KKP-KLHK Paksa Perusak Karang Babel Bayar Kerugian

Bukti kerusakan terumbu karang akibatnya kandasnya dua kapal di kawasan terumbu karang Bangka Belitung (dok. kkp)

Jakarta, Villagerspost.com – Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan berhasil memaksa perusahaan pemilik kapal MV Lyric Poet dan MT Alex yang merusak terumbu karang di kawasan Bangka Belitung membayar kerugian senilai Rp35 miliar. Kedua kapal yang kandas di kawasan tersebut beberapa waktu lalu itu, terbukti telah merusak ekosistem terumbu karang di perairan Kepulauan Bangka Belitung.

Penyelesaian masalah ganti rugi kerusakan lingkungan ini, dilakukan pemerintah melalui mekanisme penyelesaian sengketa di luar pengadilan. Dari pihak KKP diwakili Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) dan dari KLHK diwakili Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal PSDKP Agus Suherman mengatakan, proses penanganan kasus tersebut berawal dari laporan masyarakat yang disampaikan kepada Direktorat Jenderal PSDKP pada awal April 2017 atas kandasnya dua kapal di perairan Bangka Belitung. Selanjutnya Ditjen PSDKP mengambil langkah-langkah menggelar rapat koordinasi dengan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum LHK-KLHK dan perwakilan perusahaan yang ditindaklanjuti dengan survei bersama untuk mengetahui luasan dan dampak kerusakan terumbu karang serta perhitungan kerugian.

“Untuk itu, KKP menindaklanjuti kejadian kandasnya kedua kapal dimaksud berkoordinasi dan bekerja sama dengan KLHK dan instansi terkait lainnya,” ungkap Agus Suherman, Selasa (19/3).

MV. Lyric Poet merupakan kapal pengangkut barang dengan panjang 229 m dan lebar 32,25 m berbendera Bahama. Kapal tersebut kandas di perairan Bangka Belitung Laut Natuna (± 80 mil laut dari Kota Pangkal Pinang) pada 24 Maret 2017. Sementara, MT. Alex (crude oil tanker) dengan panjang 333 m dan lebar 60,04 m berbendera Belgia, pada tanggal 12 April 2017 kandas di perairan Manggar Belitung Timur (± 65 mil laut dari kota Manggar ke Selat Karimata).

Atas kejadian kandasnya kedua kapal tersebut Pemerintah Indonesia, melalui KKP dan KLHK serta beberapa Kementerian/Lembaga lainnya melakukan upaya investigasi dan negosiasi dengan pemilik untuk penyelesaian kerugian atas kerusakan ekosistem terumbu karang di kedua lokasi kapal kandas. Tuntutan pembayaran kerugian kepada pemilik kapal meliputi kerugian berdasarkan perhitungan nilai ekologi, nilai ekonomi atau kerugian masyarakat.

Kemudian hitungan kerugian restorasi atau pemulihan lingkungan atas kerusakan ekosistem terumbu karang yang diakibatkan oleh kandasnya kedua kapal tersebut. Hal ini dilaksanakan sebagaimana ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2014 tentang Kelautan.

Selanjutnya Tim KKP dan KLHK melaksanakan joint survey bersama perwakilan dari kedua kapal dan temukan kerusakan terumbu karang di lokasi kejadian seluas 8.416 m² akibat kandasnya MV. Lyric Poet dan 10.177 m² akibat dari kandasnya kapal MT. Alex. Setelah melalui lebih dari lima kali pertemuan negosiasi antara Pemerintah (KKP dan KLHK) dengan kedua pihak perusahaan serta dalam waktu yang cukup panjang, akhirnya pada tanggal 14 Februari 2019 disepakati besaran nilai kerugian atas kerusakan ekosistem terumbu karang.

Hasil kesepakatannya, MV Alex membayar kerugian sebesar US$1,34 juta atau setara Rp19,12 miliar. Sedangkan MV Lyric Poet membayar kerugian sebesar US$1,18 juta atau setara Rp16,76 miliar. Selanjutnya penandatangan Berita Acara Kesepakatan dilaksanakan pada 12 Maret 2019.

“Atas kesepakatan tersebut, kedua perusahaan akan melakukan pembayaran melalui rekening KLHK yang selanjutnya akan disetor ke kas negara,” pungkas Agus.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *