KKP Tangkap 16 Kapal Illegal dalam Sebulan, 7 Diantaranya Kapal Vietnam | Villagerspost.com

KKP Tangkap 16 Kapal Illegal dalam Sebulan, 7 Diantaranya Kapal Vietnam

Kapal ilegal Vietnam yang ditangkap aparat KKP (dok. kkp.go.id)

Kapal ilegal Vietnam yang ditangkap aparat KKP (dok. kkp.go.id)

 

 

Jakarta, Villagerspost.com – Sepanjang bulan September ini, aparat dari Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama TNI Angkatan Laut berhasil menangkap 16 kapal perikanan ilegal yang melakukan pencurian ikan di laut Indonesia. Jumlah itu belum termasuk dengan kapal ilegal yang ditangkap Polri.

Dari jumlah itu, yang terbanyak adalah kapal ilegal asal Vietnam yang jumlahnya mencapai 7 unit. Selebihnya adalah dari Filipina dan lima diantaranya berbendera Indonesia.

Dari 16 kapal, sebanyak 9 kapal ditangkap oleh Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP. Tujuh kapal itu diantaranya berasal dari Vietnam, yakni KG 9352 TS, KG 91490 TS, KG 9387 TS, KG 93577 TS, KM. BV 9980 TS, KM. BV 9952 TS, KM. BV9261 TS. Kapal-kapal tersebut berukuran 88 Gross Ton (GT) hingga 139 GT.

“Sementara dua kapal bendera Indonesia adalah KM Ethan Gofir-02 dan KM. Bintang Terang, keduanya berukuran 23 GT dan 11 GT. Ini juga sama walaupun lebih ukurannya lebih kecil tapi tetap sama melakukan pencurian ikan,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat Konferensi Pers di Kantor KKP, Jakarta (2/10).

Sementara itu, urai Susi, TNI AL berhasil menangkap empat kapal asal Filipina antara lain KM. F/B RELL-RENN-8, KM. F/B RELL/RENN-6, KM. F/B LB C-N-C dan KM. F/B RR-8A. Keempatnya memiliki ukuran dari 14 GT hingga 54 GT. Selain itu ada tiga kapal yang bendera Indonesia, diantaranya KM. Berkat Anugerah 01 ukuran 195 GT, KM. Mitra Bahari 11 ukutan 102 GT dan KM. Tenggiri 15 ukuran 33 GT.

“Jadi 4 kapal ini masih berbendera Filipina, dan 3 sudah berbendera Indonesia namun benderanya ya bendera abal-abal saja,” kata Susi.

Terkait dengan penangkapan kapal pencuri ini, Menteri Susi mengaku hingga saat ini belum menangkap kapal tramper besar yang berperan sebagai kapal penampung hasil pencurian ikan. “Kapal tampungnya kita belum berhasil tangkap karena biasanya kapal ini stanby nya di luar ZEEI atau diperbatasan kemudian melakukan transhipment di tengah laut,” ujarnya.

Meski begitu, Susi tetap mengapresiasi tangkapan kapal yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal PSDKP dan TNI AL. Menurut Susi, kapal-kapal tersebut telah merugikan negara cukup besar, kebanyakan kapal menggunakan bendera asing, kalau pun ada menggunakan bendera Indonesia, itu merupakan bendera palsu.

Selain itu Menteri Susi juga mengatakan kapal yang berhasil ditangkap ini adalah kapal super purseine dari Filipina. “Ini pertama kalinya kita menangkap kapal besi eks Filipina, selama ini kapal-kapal Filipina yang kita tangkap hanya kapal-kapal Fanboat saja,” pungkasnya.(*)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *