KLHK Apresiasi Program Energy Mandiri E-Mas Bayu) dan E-Mbak Mina di Cilacap

Ilustrasi energi angin (dok. kementerian esdm)

Jakarta, Villagerspost.com – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengapresiasi program pengembangan energi mandiri angin (E-Mas Bayu) dan Energy Mandiri Tambak Ikan (E-Mbak Mina) dari Pertamina (Persero) Refinery Unit IV (Pertamina RU IV) Cilacap di Dusun Bondan, Desa Ujung Alam, Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Program ini bertujuan memberdayakan masyarakat pesisir agar mandiri dan berwawasan lingkungan dengan energi baru terbarukan.

Program E-Mas Bayu dan E-Mbak Mina secara simbolis diresmikan oleh Menteri LHK, Siti Nurbaya dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti yang dilakukan di dekat gedung kontrol E-Mas Bayu, Dusun Bondan, beberapa waktu lalu. Dengan Program ini masyarakat Dusun Bondan yang termasuk kawasan desa nelayan yang tertinggal dan terpencil dapat menerima manfaat nyata berupa peningkatan kesejahteraan akibat dibangunnya teknologi energi mandiri ini.

Progam ini sendiri dikelola secara mandiri oleh Kelompok Tani Tambak Mandiri yang memiliki kepengurusan sebanyak 38 orang. “Soal Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), isu lingkungan yang penting berkaitan adalah perubahan iklim, tadi ada energi E-Mas Bayu dari surya dan angin, serta tambak terpadu mandiri E-Mbak Mina, ini sangat perlu karena dengan energi yang bukan bahan bakar migas, maka sebetulnya kita sedang menjaga iklim kita untuk tidak cepat panas,” ujar Siti Nurbaya saat memberikan sambutan pada peresmian ini di Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah.

Program pengembangan energi mandiri yang ramah lingkungan ini ternyata berkontribusi terhadap penguraian emisi karbon, yaitu sebesar 1,1 ton setara CO2/bulan. Selain itu program ini juga mampu meningkatkan hasil tambak bandeng, udang dan kepiting para petani rata-rata sebesar Rp1,5 juta per bulan dari peningkatan omzet penjualan sebesar Rp8 juta/bulan.

Energi mandiri dari Program E-Mas Bayu ini memanfaatkan sumber daya alam melalui teknologi hybrid one pole (HEOP) yang merupakan perpaduan antara panel surya dan kincir angin. Sejak tahun 2017 sampai saat ini telah dilakukan pembangunan 5 kincir angin dan 24 panel surya. Dengan teknologi ini dapat dihasilkan listrik sebesar 12.000 WP, yang berguna untuk mengaliri listrik 37 rumah atau 98% wilayah di Dusun Bondan tanpa perlu lagi menarik kabel sejauh 7 km dari desa sebelah seperti sebelum adanya teknologi ini.

Direktur Pengolahan Pertamina, Budi Santoso Syarif menyatakan pengembangan energi bersih berwawasan lingkungan didukung melalui program energi baru dan terbarukan, telah menjadi komitmen Pertamina.

“Sebagai wujud nyata dari program energi baru dan terbarukan, Pertamina RU IV Cilacap telah mengaplikasikannya melalui Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya Sistem On Grid yang kali ini dikemas dalam Program Unggulan PROPER E-Mas Bayu (Energi Mandiri Tenaga Surya Dan Angin). Pada hari ini juga diresmikan program E-Mbak Mina (Energi Mandiri Tambak Ikan) di Kampung Laut,” ujar Budi.

Kemudian pada Program E-Mbak Mina masyarakat telah mendapatkan hasil berupa meningkatknya produksi budidaya tambak dengan konsep tambak terpadu. Dengan adanya Program E-Mbak Mina, para nelayan tambak di Dusun Bondan dapat meningkatkan produksi tambak ikan bandeng, udang, dan kepiting masing-masing sebesar 160 kg, 50 kg, dan 20 kg per tiga bulan dan juga telah menghasilkan produk yang unik dan belum ada di koperasi – koperasi dan pusat oleh – oleh Cilacap serta pemanfaatan sisa hasil pengolahan tambak menjadi produk bernilai ekonomis. Pada kunjungan kali ini Menteri LHK Siti Nurbaya pun sempat melaksanakan panen raya ikan bandeng di tambak terpadu di Dusun Bondan tersebut.

Siti juga mengunjungi Program Konservasi Laguna Kawasan Segara Anakan Cilacap (Kolak Sekancil). Kawasan seluas 125 Ha ini merupakan upaya pemberdayaan masyarakat melalui konservasi mangrove. Dengan program ini selain melakukan konservasi vegetasi mangrove, masyarakat Desa Ujung Alam diberikan Pelatihan Olahan Tambak, Pelatihan Batik Pewarna Alami Mangrove, dan Perluasan Pemasaran Hasil UMKM. Mendukung keberadaan areal konservasi mangrove tersebut, Menteri Siti pun sempat melakukan penanaman mangrove di lokasi tersebut.

Dengan program Kolak Sekancil ini kesejahteraan masyarakat dapat ditingkatkan yaitu dengan pendapatan dari penjualan olahan mangrove dengan omzet sekitar 3 juta per bulan, dan pendapatan dari penjualan batik mangrove dengan omzet sekitar 2 juta per bulan.

Di lokasi ini Pertamina RU IV bekerjasama dengan kelompok masyarakat Krida Wana Lestari Dusun Lempong Pucung telah menanam 1.236.200 pohon mangrove sejak 10 tahun. Kawasan Segara Anakan menjadi kawasan hutan bakau terbesar di Asia, dimana terdapat 44 Jenis mangrove yang telah teridentifikasi.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published.