KLHK Fokus Tangani Karhutla di Sumatera Selatan dan Kalimantan Barat

Kebakaran hutan di kawasan gambut Sebangau, Kalteng, beberapa waktu lalu. Kasus karhutla menjadi contoh lemahnya tata kelola lingkungan hidup dan kehutanan (dok. wwf.or.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terus berupaya menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia. Terkait hal ini, Tim Penanganan Krisis Karhutla KLHK berkonsentrasi untuk menangani ancaman karhutla di Sumatera Selatan dan Kalimantan Barat.

Untuk kawasan Sumatera Selatan, pencegahan menjadi penting mengingat di Palembang tengah dilaksanakan perhelatan Asian Games 2018. Sementara Kalimantan Barat menjadi perhatian karena intensitasnya semakin tinggi.

Terkait kondisi di Sumatera Selatan, Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK Raffles B. Panjaitan mengatakan, untuk kota Palembang hingga Kamis (23/8) sore masih kondusif, dengan jarak pandang 10 km. Berdasarkan Prakiraan Cuaca BMKG, wilayah Sumatera Selatan seperti di Bantuasin, Musi Banyuasin, OKI, Muara Enim, Lahat, Pagaralam dan sekitarnya, masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Raffles mengungkapkan, tim yang tergabung dalam Siaga Darurat Bencana Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi, terus melakukan upaya darat dan udara, untuk menanggulangi setiap karhutla yang terjadi. Sosialisasi pencegahan dan pemadaman dini pun terus dikedepankan bersama para pihak. “Di Sumatera Selatan, Patroli Terpadu Pencegahan Karhutla terus diintensifkan pada 50 posko desa yang mampu menjangkau 178 desa rawan,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Jumat (24/8).

Manggala Agni KLHK membangun dua posko siaga untuk mempermudah koordinasi dengan para pihak dan juga petugas di lapangan. Kedua posko tersebut berlokasi di Desa Babatan Saudagar Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir, dengan jumlah personil 45 orang, dan posko kedua di Kecamatan Muara Belida Kabupaten Muara Enim dengan jumlah personil 15 orang.

Posko ini secara rutin melakukan patroli pencegahan karhutla dalam 24 jam, dan melakukan pemadaman secara jika ditemukan kejadian kebakaran. Manggala Agni juga terus bersinergi dengan para pihak bahu-membahu menanggulangi karhutla. Seperti di Banyuasin, pemadaman darat dilakukan oleh Manggala Agni, BPBD, POLRI, TNI, satgas desa/ masyarakat dilakukan di Desa Muara Baru dan Desa Ibul Besar 1 Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir.

Begitu juga di Kabupaten OKI, pemadaman dilakukan tim satgas darat di Kelurahan Kotaraya Kecamatan Kayuagung, Desa Sungai Bungin Kecamatan Pangkalan Lampam, dan Desa Sungai Tapuk Kecamatan Sungai Menang Kabupaten OKI. Sementara itu, penanggulangan karhutla via udara dilakukan menggunakan helikopter KLHK yang didukung 11 unit helikopter BNPB. Satgas udara terus melakukan patroli udara, dan water bombing dengan menyisir setiap lokasi rawan, seperti di Musi Banyuasin, OKI, Ogan Ilir, dan Banyuasin.

Satgas Udara juga melakukan teknologi modifikasi cuaca (TMC) menggunakan Pesawat Casa 212 PK-PCT dan Pesawat Casa A-2105 TNI AU di wilayah udara sekitar Banyuasin dan OKI. Tiga unit helikopter dari perusahaan pemegang konsesi juga siaga sewaktu-waktu dibutuhkan untuk patroli dan pemadaman udara.

Selain di Sumatera Selatan, upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla melalui darat dan udara juga dilakuakan di Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Berbagai upaya tersebut melibatkan KLHK, TNI, POLRI, BPBD, Masyarakat Peduli Api dan juga perusahaan pemegang konsesi. Dukungan para pihak ini, memperkuat tim di lapangan dalam melakukan upaya pengendalian karhutla.

Di Kalimantan Barat, kondisi tanah gambut di sebagian besar wilayah Kalimantan Barat sangat rentan menimbulkan asap akibat karhutla. Memperhatikan kondisi karhutla di wilayah Kalimantan Barat yang intensitasnya semakin tinggi, Tim Penanganan Krisis Karhutla KLHK terjun langsung meninjau lokasi kebakaran.

Tim yang beranggotakan Inspektur Wilayah III KLHK, Kepala Balai Besar Taman Nasional Danau Sentarum, pejabat Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL), serta Tim dari Direktorat Pengendalian Karhutla KLHK meninjau lokasi Pemadaman di wilayah sekitar Bandara Supadio, Kamis (23/8).

Tim kerja khusus tersebut dibentuk pada Juni 2018 lalu melalui Keputusan Menteri LHK Nomor: SK.264/Menlhk/Setjen/KUM.1/6/2018. Tugas tim ini adalah untuk mengkosolidasikan kepada daerah untuk mempercepat penanganan karhutla di wilayah masing-masing. Tim ini juga akan mengidentifkasi masalah karhutla yang meliputi pencegahan, pemadaman, perizinan dan dampak yang timbul.

Raffles B. Panjaitan mengimbau kepada semua pihak untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu timbulnya kebakaran hutan dan lahan, terlebih di saat cuaca kering seperti di Kalimantan Barat saat ini. “Dampak karhutla ini sangat merugikan, asap yang menganggu kualitas udara dapat mengganggu kesehatan. Aktivitas masyarakat juga dapat terganggu denggan jarak pandang yang terbatas,” ujarnya.

Walikota Pontianak telah menerbitkan Peraturan Walikota (Perwa) Nomor 55 Tahun 2018 tentang Larangan Pembakaran Lahan. Di dalamnya menyebutkan bahwa setiap orang dan/atau badan hukum dilarang dengan sengaja atau tidak sengaja melakukan tindakan yang dapat menyebabkan terjadinya kebakaran lahan. Sanksi terkait pelanggaran juga disebutkan dalam Perwa terebut.

Kondisi cuaca yang sangat panas menjadi salah satu pemicu terjadinya karhutla. Pemadaman pun terus diupayakan baik pemadaman darat oleh Satuan Tugas (Satgas) Darat yang terdiri tim terpadu dibantu juga pemadaman udara yang dilakukan oleh Satgas Udara.

Saat ini Satgas Udara melakukan pemadaman melalui udara (water bombing) menggunakan delapan unit helikopter BNPB, yang beroperasi di wilayah-wilayah rawan antara lain Kabupaten Kubu Raya, Melawi, Ketapang, dan Mempawah. Water bombing ini dilakukan untuk mendukung pemadaman darat yang dilakukan Satgas Darat pada wilayah-wilayah yang kebakarannya cukup luas dengan jarak yang jauh dan aksesnya sulit.

Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK, Manggala Agni terus bersinergi dengan TNI, POLRI, BPBD, regu pemadam perusahaan pemegang konsesi dan masyarakat untuk bersama-sama melakukan pemadaman darat di sejumlah wilayah di Kalimantan Barat, seperti di Pontianak, Sintang, Sanggau, Singkawang, Sambas, Bengkayang, dan Ketapang.

Pantauan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan pukul 20.00 WIB (23/08/2018) di Kalimantan Barat berdasarkan satelit NOAA terpantau 100 titik di Kabupaten Sanggau, Landak, Kayong Utara, Pontianak, Kapuas Hulu, Sekadau, Melawi, Kubu Raya, dan Sintang. Berdasarkan Satelit TERRA AQUA (NASA) dan juga TERRA AQUA (LAPAN) confidence level ?80% terpantau dua titik saja di Kabupaten Bengkayang.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *