KLHK: Hotspot di Riau, Sumatera Selatan dan Kalimantan Barat Menurun

Asap kebakaran hutan dan lahan juga membuat hewan menderita (dok. greenpeace)

Jakarta, Villagerspost.com – Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Raffles B Panjaitan mengatakan, jumlah hotspot di Riau, Sumatera Selatan dan Kalimantan Barat menurun. Hal itu diketahui berdasarkan pemantauan titik panas (hotspot) melalui satelit NOAA (ASMC), TERRA AQUA (NASA) dan juga TERRA AQUA (LAPAN).

Dari Rekapitulasi Hotspot Harian pada website www.sipongi.kemenlhk.go.id pukul 07.00 WIB Sabtu (25/8), di Sumatera Selatan tidak terpantau hotspot berdasarkan ketiga satelit. Di Riau, terpantau satu hotspot dari satelit TERRA AQUA (NASA), empat hotspot dari TERRA AQUA (LAPAN). Sementara di Kalimantan Barat terpantau empat titik dari satelit NOAA, enam titik dari satelit TERRA AQUA (NASA), lima titik dari satelit TERRA AQUA (LAPAN) dengan confidence level masing-masing 80%.

Raffles B. Panjaitan mengatakan, meski hotspot menurun, berbagai upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lapangan tentu tidak terus terhenti dilakukan. “Di Sumatera Selatan, Satgas Udara Provinsi Sumsel melakukan teknologi modifikasi cuaca (TMC), di Ogan Ilir dan Palembang menggunakan Pesawat Casa 212 PK-PCT dan Pesawat Casa A-2105 TNI AU. TMC ini sebagai upaya pengendalian karhutla dengan membuat hujan buatan dengan memanfaatkan awan potensial,” jelasnya dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Senin (27/8).

Upaya pemadaman baik dari darat maupun udara terus dilakukan. Pemadaman darat oleh Satgas Darat yang terdiri dari Manggala Agni, BPBD TNI, POLRI, Satgas Desa Peduli Api, dan juga Tagana (Taruna Siaga Bencana), di Desa Sungai Rambutan, Dusun II, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir. Pemadaman darat juga dilakukan oleh Manggala Agni posko siaga bersama-sama dengan Manggala Agni Posko Patroli Terpadu, satgas desa/ masyarakat di Muara Baru Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, serta di Kelurahan Kayuara Kuning, Kecamatan Banyuasun III, Kabupaten Banyuasin.

“Manggala Agni Daops OKI melakukan pemadaman di Pulau Kemiri, Desa Perigi Talang Nangka, dan Desa Sungai Bungin, Kecamatan Pangkalan Lampam, serta di Desa Mulya Guna, Kecamatan Teluk Gelam, Kabupaten OKI. Berkat upaya tersebut, karhutla berhasil dituntaskan oleh tim pemadam,” tutur Raffles.

Sementara itu, upaya pengendalian karhutla baik pencegahan atau pun pemadaman, terus berlangsung di Kalimantan Barat, seperti di Kabupaten Kubu Raya, Sintang, Pontianak, Ketapang, dan Singkawang. Begitu pula Satgas Udara masih melakukan water bombing di beberapa lokasi, seperti di Kubu Raya, Ketapang, Kayong Utara, dan Mempawah.

“Cuaca hujan di beberapa tempat di Kalimantan Barat seperti di Singkawang, dan Pontianak, sangat membantu mengurangi potensi karhutla. Selain itu, di Provinsi Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur pun masih terus dilakukan upaya pemadaman karhutla,” lanjut Raffles.

Raffles menegaskan, Manggala Agni bersama para pihak, baik TNI, POLRI, BPBD Provinsi, Masyarakat Peduli Api, dan Satgas Desa, dengan bentuk apapun akan terus melakukan upaya semaksimal mungkin di lapangan. “Karhutla yang terdeteksi akan segera dilakukan pemadaman, baik pemadaman darat atau pun water bombing oleh Satgas Udara Provinsi yang telah dibentuk,” tambahnya.

Dia meyakinkan, demi mewujudkan Indonesia bebas asap karhutla, aksi pemerintah untuk menanggulangi karhutla di Indonesia terus dilakukan. “Mulai pencegahan melalui patroli, sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat, deteksi dini dan monitoring hotspot, serta upaya pemadaman darat dan udara, sehingga dampak karhutla dapat diminimalisir,” pungkas Raffles.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *