KNTI Dukung Nelayan Balikpapan Blokade Tongkang Batubara | Villagerspost.com

KNTI Dukung Nelayan Balikpapan Blokade Tongkang Batubara

Nelayan tradisional di Balikpapan memblokade kapal tongkang batubara seagai aksi protes karena kapal-kapal tersebut mencemari peraira tangkap ikan nelayan (dok. knti)

Jakarta, Villagerspost.com – Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) mendukung aksi protes secara damai 100 kapal nelayan Balikpapan, Kalimantan Timur yang memblokade tongkang batubara yang mencemari dan merusak kawasan perairan Teluk Balikpapan. Dalam aksi yang dilakukan hari ini, Sabtu (9/6) tersebut, para nelayan menggunakan perahu tradisional mereka, mengepung sebuah kapal tongkang dan membentangkan spanduk bernada protes.

“Aksi protes damai ini merupakan sinyal bahwa nelayan tidak tinggal diam atas pencemaran batubara di perairan Balikpapan yang berdampak meluas dari turunnya hasil tangkapan nelayan hingga dampak masa depan karena masuk dalam rantai makanan,” kata Ketua Harian DPP KNTI Marthin Hadiwinata kepada Villagerspost.com.

Para nelayan memanjat kapal tongkang dan memasang spanduk protes aksi pencemaran teluk Balikpapan (dok. knti)

Dia mengatakan, sejatinya berdasarkan UU No 7/2016 tentang Perlindungan Nelayan, pemerintah daerah dan pemerintah pusat wajib melindungi perairan wilayah tangkap dari kerusakan dan pencemaran lingkungan. “Oleh karena itu sangat penting bagi Kementerian Kelautan dan Perikanan turun tangan memastikan sumber kehidupan nelayan bebas dari kapal tongkang batubara yang mencemari dan merusak ekosistem perikanan di perairan Balikpapan,” tegasnya.

Pemerintah melalui KKP juga didesak segera memastikan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (Perda RZWP3K) Provinsi Kaltim untuk melindungi wilayah tangkap nelayan. “Zonasi juga penting agar kawasan tangkap nelayan tidak tumpang tindih dengan kawasan pelabuhan yang menjadi tempat kapal tongkang batubara parkir,” pungkas Marthin.

Nelayan menyampaikan aspirasi mereka langsung kepada awak kapal tongkang batubara (dok. knti)

Koordinator KNTI Kalimantan Timur Husain Suwarno mengatakan, para nelayan tradisional dikerahkan melakukan blokade jalur kapal tongkang ke kapal tangker penampung batu bara di perairan Manggar Kota Balikpapan, karena nelayan sudah jengkel dengan aksi kapal-kapal tersebut yang mencemari wilayah penangkapan ikan nelayan.

Nelayan, kata Husain, sengaja menghalangi kegiatan bongkar muat ponton batu bara ke kapal tangker batu bara. “Kami sudah geram, tidak bisa dibiarkan, pemerintah seakan tidak mau bertindak,” tegasnya.

Kegiatan blokade dari para nelayan dilatarbelakangi kegiatan bongkar muat batu bara yang dianggap merusak lingkungan tempat mencari ikan para nelayan di Balikpapan, terutama nelayan di Manggar. “Gerak laju kapal tongkang batu bara ke kapal tangker batu bara sudah semakin masif, sangat merugikan nelayan tradisional,” ujarnya.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *