KNTI: Kementerian Kelautan dan Perikanan Alami Tiga Kemunduran

Kapal asing pelaku illegal fishing diledakkan pihak kkp (dok. kkp.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Ketua Harian DPP Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Marthin Hadiwinata mengatakan, saat ini Kementerian Kelautan dan Perikanan mengalami tiga kemunduran. Kemunduran pertama, terlihat dari menteri terpilih untuk KKP yang berasal dari politisi.

“Sudah seharusnya kementerian kelautan dan perikanan yang terkait dengan produksi pangan perikanan nasional dipimpin oleh profesional yang paham masalah produksi perikanan dari akar rumput hingga kebijakan nasional,” ujarnya kepada Villagerspost.com, Rabu (23/10).

Kedua, menjadikan posisi KKP sebagai transaksi ke “mantan lawan” menunjukan Jokowi tidak mendudukkan dalam perhatian utama terhadap kelautan dan perikanan. “Karena jika masih menjadi fokus, seharusnya tidak di transaksikan,” tegas Marthin.

Ketiga, kondisi ini bergeser sangat jauh dari cita-cita poros maritim yang menunjukkan pemerintah hanya akan menjadikan laut sebagai sumber daya yang akan di eksploitasi. Terlihat dari adanya nomenklatur “Kementerian Maritim dan Investasi”. “Ditambah lagi kompetensi person yang ditunjuk tidak ada kaitannya dengan maritim dan tidak ada evaluasi atass kinerja sebelumnya. Ini adalah kemunduran besar Jokowi,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo menunjuk Edhy Prabowo yang merupakan politikus Partai Gerindra sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. Semasa menjadi anggota Komisi IV DPR, Edhy termasuk tokoh yang sangat kritis terhadap kebijakan Susi Pudjiastuti. Beberapa di antaranya terkait kebijakan larangan cantrang dan penenggelaman kapal ikan asing pencuri ikan.

Masuknya Edhy ke KKP dikhawatirkan akan membuat beberapa kebijakan Susi yang dinilai baik, seperti larangan cantrang dan penenggelaman kapal pencuri ikan akan dimentahkan lagi. Namun, Edhy Prabowo sendiri mengatakan, dia akan melanjutkan kebijakan Susi, termasuk penenggelaman kapal.

“Penenggelaman kapal itu saya pikir, selama itu baik, akan kita teruskan. Tapi jangan asal menenggelamkan, karena ada masukan kita harus lihat semua,” ujarnya kepada wartawan, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10).

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *