KNTI Kutuk Kekerasan Aparat Yang Tewaskan Anak Nelayan Kendari

Jakarta, Villagerspost.com – Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) mengutuk tindak kekerasan terhadap aksi pelajar-mahasiswa, yang melakukan aksi demonstrasi pada 24-26 September kemarin. Terlebih timbul korban jiwa, yaitu seorang mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Halu Oleo, Kendari.

“Seharusnya aparat keamanan menghindari tindakan represif dalam mengamankan aksi unjuk rasa mahasiswa dan pelajar agar tidak ada korban,” kata Ketua harian KNTI Mrthin Hadiwinata, dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Jumat (27/9).

KNTI menyatakan turut berduka cita yang mendalam terhadap korban jiwa. “Seluruh nelayan tradisional berduka atas kepergian anak nelayan yang juga mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Halu Oleo, Kendari,” tegas Marthin.

Dia mengatakan, seharusnya kejadian ini dihindari, dan sikap membalas dengan kekerasan adalah tindakan yang tidak akan menyelesaikan masalah. “Presiden Jokowi harus memperhatikan aspirasi mahasiswa dan masyarakat sipil atas situasi yang sedang terjadi,” ujar Marthin.

Akar masalah dari aksi unjuk rasa mahasiswa harus menjadi perhatian bersama terkhusus pemerintah. Akar masalah utamanya adalah proses perumusan kebijakan yang tidak transparan, minim partisipasi publik dan cenderung melindungi koruptor sekaligus abai terhadap perlindungan hak-hak masyarakat khususnya nelayan, petani dan masyarakat adat.

Hal ini terlihat dari disahkannya revisi UU KPK, RUU Sistem Budidaya Tanaman, dan RUU Sumber daya air serta RUU Pertanahan dan RKUHP yang telah ditunda pemerintah. “Undang-Undang tersebut perlu ditinjau kembali oleh pemerintah dan DPR,” ujar Marthin.

Sebagaimana diketahui, Randi, mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Halu Oleo dikabarkan meninggal dunia setelah terjadi bentrok antara mahasiswa dengan polisi di gedung DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (26/9). Selain itu dikabarkan, Randi juga anak nelayan tradisional dimana ayahnya masih di laut saat jenazah dibawa ke rumah duka.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *