Koalisi Buruh Sawit Desak Pemerintah Jamin Vaksin Gratis Untuk Buruh Sawit

Buruh perkebunan sawit (dok. sawit watch)

Jakarta, Villagerspost.com – Koalisi Buruh Sawit (KBS) mengapresiasi komitmen pemerintah menyediakan vaksin gratis untuk rakyat. Namun KBS juga mendesak pemerintah agar menjamin tersedianya vaksin gratis untuk buruh perkebunan sawit.

Koordinator KBS Zidane mengatakan, pihaknya sudah mendengar, pemerintah sedang mempertimbangkan opsi vaksinasi Covid 19 secara mandiri bagi perusahaan yang ingin menyediakan vaksin untuk buruh. “Kami menyambut baik opsi vaksinasi mandiri ini dengan catatan tidak boleh membebani buruh. Vaksin harus gratis, biayanya tidak boleh dipotong dari upah buruh,” kata Zidane, dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Kamis (11/2) .

KBS berharap melalui program vaksinasi ini, pemerintah dapat menekan penambahan kasus Covid19 di Indonesia. Keselamatan dan kesehatan warga negara merupakan hal mutlak, termasuk bagi setiap buruh. “Vaksin gratis bagi buruh merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah dan pemberi kerja dalam upaya pemenuhan Keselamatan dan Kesehatan Kerja,” tegas Zidane.

Ketua Umum Serikat Buruh Perkebunan (Serbundo) Herwin Nasution mengatakan, pemerintah dan perusahaan perkebunan sawit harus melakukan pencegahan penyebaran Covid 19 secara optimal. “Kami melihat jumlah kasus positif semakin hari semakin meningkat. Di perkebunan sawit, penyebaran Covid 19 ini juga sudah terjadi. Kenaikan kasus positif dimaksud harus menjadi perhatian pemerintah dan perusahaan,” paparnya.

Sebagian besar perkebunan sawit, kata Herwin, berada di lokasi yang jauh dari fasilitas layanan kesehatan, dan buruh perkebunan sawit tinggal di pemukiman yang terpusat dan padat. Oleh karena itu untuk mencegah penyebaran lebih luas, kami menyambut baik vaksinasi Covid 19 secara mandiri oleh perusahaan.

“Vaksinasi dilakukan kepada semua buruh tanpa memandang status, tanpa dipungut biaya apa pun,” tegas Herwin Nasution.

Ismet Inoni, Kepala Departemen Organisasi DPP GSBI meminta agar perusahaan perkebunan sawit melakukan segala tindakan dalam rangka memastikan kesehatan dan keselamatan buruh dalam situasi pandemi Covid 19. “Sampai sejauh ini proses produksi di perkebunan sawit tetap berjalan,” ujarnya.

Sebagian besar pekerjaan di perkebunan sawit adalah pekerjaan di mana buruhnya berjarak satu sama lain. “Namun itu jangan dijadikan alasan sehingga perusahaan lalai memenuhi kewajibannya mencegah penyebaran dan meminimalisir risiko terpapar. Kesehatan dan keselamatan buruh tetap harus menjadi prioritas perusahaan,” kata Ismet.

“Serikat buruh harus dilibatkan dalam vaksinasi mandiri yang dilakukan perusahaan, pemerintah juga harus ikut mengawasi. Ini untuk memastikan agar semua buruh menerima vaksin,” tambah Ismet.

Dianto Arifin, sekretaris SEPASI PT SPMN Kalteng mengatakan agar pemberian vaksin dapat dilakukan di areal perkebunan. “Kami menerima informasi bahwa untuk PT SPMN misalnya, pemberian vaksin untuk buruh akan dilakukan di rumah sakit rujukan. Kami meminta agar pemberian vaksin dilakukan di areal perkebunan untuk menjaga kenyamanan dan mengantisipasi kerumunan. Kami siap bekerja sama dengan penyelenggara untuk menjamin semua buruh diberikan vaksin,” katanya.

Ketua Federasi Serikat Pekerja Perkebunan RAJAWALI EHP Kalimantan Selatan Hasanrefky menyebutkan, sebelum pemberian vaksinasi, pemerintah dan tim kesehatan perusahaan perlu memberikan sosialisasi kenapa perlu vaksinasi dilakukan. Hal ini sebagai bentuk edukasi kepada buruh di sektor perkebunan sawit.

Selain itu, Hasan juga menyampaikan, jika proses vaksinasi berlangsung di waktu kerja, maka setiap buruh tetap berhak atas upah karena vaksinasi ini merupakan kebijakan pemerintah yang perlu diikuti oleh setiap warga negara.

“Perusahaan juga harus mendukung program vaksinasi ini dengan tetap membayarkan hak buruh meski sebagian waktu kerjanya dipakai untuk melakukan vaksin. Upah juga tetap harus diberikan jika terdapat efek yang ditimbulkan akibat vaksin yang menyebabkan buruh mengalami sakit dan tidak bisa bekerja,” pungkasnya.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published.