Koalisi Buruh Sawit Desak Perkebunan Sawit Segera Lakukan Rapid Test Bagi Buruh | Villagerspost.com

Koalisi Buruh Sawit Desak Perkebunan Sawit Segera Lakukan Rapid Test Bagi Buruh

Buruh perkebunan sawit (dok. sawit watch)

Jakarta, Villagerspost.com – Koalisi Buruh Sawit mendesak pihak perkebunan sawit untuk segera melakukan rapid test bagi buruh mereka. Pasalnya, buruh perkebunan sawit di Indonesia tetap harus bekerja dalam situasi pandemi covid 19. Sementara, sarana kesehatan yang terbatas di perkebunan sawit menjadikan buruh berada pada situasi sangat rentan terpapar.

Koalisi Buruh Sawit merasa sangat khawatir dengan kondisi buruh perkebunan sawit yang rentan terpapar virus tanpa perlindungan yang memadai. ‘Kami menerima informasi sejumlah buruh perkebunan sawit di kabupaten Musi Banyuasin Sumatera Selatan, kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah, kemudian di salah satu PBS di Kalimantan Timur terpapar virus Covid 19. Situasi ini mestinya direspons cepat oleh pemerintah dan perusahaan,” kata Zidane, koordinator Koalisi Buruh Sawit, dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Rabu (29/7).

Zidane menegaskan, sebagian besar perkebunan sawit berada di lokasi yang jauh dari fasilitas layanan kesehatan. Buruh perkebunan juga kesulitan mengakses alat pelindung diri. Buruh perkebunan sawit juga tinggal di pemukiman yang terpusat dan padat.

“Menurut kami, kondisi pemukiman buruh yang padat berpotensi menjadikan virus ini lebih cepat menyebar. Oleh karena itu, untuk mendeteksi sekaligus mencegah penyebaran lebih luas, kami mendorong pemerintah dan perusahaan untuk melakukan pemeriksaan bagi buruh perkebunan sawit,” tegas Zidane.

Ismet Sinoni, Kepala Departemen Organisasi DPP GSBI mengatakan pemerintah dan perusahaan perkebunan sawit harus melakukan pencegahan penyebaran Covid 19 secara optimal. “Pemerintah memastikan perusahaan perkebunan sawit menyediakan sarana pencegahan seperti masker, sanitizer dan desinfektan yang diberikan untuk buruh,” ujarnya.

Pemerintah juga harus menjamin dan mengawasi pemenuhan hak-hak buruh di perkebunan sawit yang ditutup sementara karena buruhnya ada yang terpapar Covid 19. “Hak-hak buruh yang terpapar atau buruh yang tidak bekerja karena karantina harus dijamin pemenuhannya,” ujar Ismet.

Sementara Ridho dari SERBUNDO menyampaikan agar perusahaan perkebunan sawit melakukan segala tindakan dalam rangka memastikan kesehatan dan keselamatan buruh. “Proses produksi silahkan tetap berjalan, tapi pencegahan penyebaran dan meminimalisir risiko harus menjadi prioritas perusahaan,” tegasnya.

“Pekerjaan di perkebunan sawit adalah pekerjaan yang mengandalkan tenaga, oleh karena itu perkebunan sawit mestinya mengurangi jam kerja buruh dan di sisi lain memberikan vitamin untuk meningkatkan daya tahan buruh,” pungkasnya.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *