Komisi IV DPR Minta Pemerintah Teruskan Diplomasi Sawit

Presiden Joko Widodo menerima utusan Presiden Rusia Vladimir Putin. Jokowi berupaya lakukan diplomasi sawit ke Rusia (dok. ksp.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Ketua Komisi IV DPR Edhy Prabowo mendesak pemerintah untuk terus melakukan diplomasi sawit untuk melawan larangan Uni Eropa terhadap ekspor minyak kelapa sawit Indonesia. Dia menegaskan, negara harus hadir dalam bentuk lobi politik atau upaya diplomasi untuk menunjukkan kedaulatan negara Indonesia dalam bidang ekonomi perdagangan dunia.

“Ini hanya masalah yang dibuat oleh mereka untuk mencari alasan. Ini hanya masalah gimmick yang mereka bentuk untuk menahan perkembangan Indonesia. Indonesia harus paham itu. Orang kita yang punya negeri kok, masak tiba-tiba ada kunjungan dari mereka bisa datang ke Indonesia, kan enggak fair. Negara harus hadir, tunjukkan bahwa kita punya kedaulatan dan harga diri,” tegasnya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (19/3).

Politikus Partai Gerindra itu mengaku, menyadari betul maksud dan tujuan utama pelarangan perdagangan itu dilakukan Uni Eropa agar Indonesia tidak dapat bergerak bebas dalam menyuplai minyak kelapa sawit ke dunia. Menurutnya, segala upaya politik yang dilakukan Uni Eropa untuk mengembargo Indonesia harus segera direspon pemerintah, sebab apabila tidak cepat tanggap pemerintah justru akan membawa Indonesia kepada situasi krisis.

Selama ini, kata Edhy, dia selalu mempertanyakan peran negara untuk memperjuangkan pelarangan minyak kelapa sawit Indonesia ke Eropa ini. “Saya miris terhadap fenomena dimana Indonesia merupakan pasar aktif bagi perdagangan minyak sawit dunia, namun tidak pernah ada keuntungan yang jelas bagi negara terutama masyarakat Indonesia sebagai petani sawit,” tegasnya.

Untuk itu, Edhy mendorong pemerintah untuk terus aktif melakukan diplomasi kepada tiap-tiap negara Eropa agar dapat mengakhiri sengketa ekspor kelapa sawit dengan Uni Eropa.

“Maka dari itu, peran negara, politik luar negeri kita, politik dagang kita ke luar negeri harus pro aktif, ajak bicara. Banyak negara-negara lain yang menggunakan Indonesia sebagai pasarnya. Kok kita enggak merasa punya keuntungan,” pungkasnya.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *