Kopi Indonesia Raih Penghargaan di Paris | Villagerspost.com

Kopi Indonesia Raih Penghargaan di Paris

Tanaman kopi Indonesia berbuah lebat (dok. bumn.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Kopi Indonesia kembali meraih penghargaan di luar negeri. Kali ini di Paris, Perancis, setelah dinobatkan sebagai yang terbaik dan berhak menyabet penghargaan Agency for the Valorization of the Agricultural Products (AVPA). Penghargaan tersebut diraih pada 2 Oktober silam. Penghargaan ini dinilai akan semakin membuka peluang ekspor kopi Indonesia ke pasar luar negeri, khususnya Eropa.

“Ini mengindikasikan kualitas produk kopi Indonesia sudah semakin diakui pasar global. Pengakuan pasar Internasional ini, menjadi harapan baru bagi peningkatan kesejahteraan petani kopi,” kata Menteri Pertanian Amran Sulaiman, dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Kamis (1/11).

AVPA sendiri adalah adalah organisasi di Prancis yang memiliki kepedulian membantu produsen produk pertanian dari seluruh dunia, utamanya untuk memasarkan produk mereka di Eropa. Tiap tahun, AVPA menggelar kompetisi “Coffee roasted in their country of origin” untuk membantu pemasaran roasted coffee (kopi yang sudah disangrai) negara produsen di Eropa.

“Kementan mendukung upaya-upaya pemangku kepentingan industri perkebunan kopi Indonesia, agar bisa lebih bersaing mengacu pada selera pasar Internasional yang berbeda-beda,” tegas Amran.

Pengakuan pasar global ini tidak lepas dari semakin banyaknya Kopi Indonesia yang sudah mengantongi sertifikat Indikasi Geografis (IG), sebagai salah satu persyaratan untuk menembus pasar Internasional selain sertifikat organik.

Annelis Putri, Country Manager AVPA untuk Indonesia dalam keterangan persnya menyebut Presiden Juri AVPA André Rocher mengaku terkejut dengan kualitas kopi Indonesia yang sangat bervariasi. Ahli organoleptik yang sangat mengenal dunia kopi sejak menjadi penanggung jawab kualitas kopi di Douwe Egberts (1971) serta Jacobs dan Kraft Foods/Mondelez International (sampai 2009) itu juga mengatakan, kopi Indonesia mengalami banyak kemajuan.

Apresiasi senada diberikan juri Serge Edmond, yang menyebut kopi Indonesia memiliki kualitas roasting yang baik. Penikmat kopi di Perancis menyukai light sampai medium roast.

Dengan keunggulan ini, 23 kopi Indonesia dari 11 produsen berhasil memenangkan penghargaan yang diserahkan di arena pameran The Salon Internasional de l’Agroalimentaire (SIAL) Agrofood di Paris. SIAL Agrofood merupakan salah satu pameran agrofood terbesar di dunia.

Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Presiden AVPA Philippe Juglar kepada Deputy Chief of Mission dari KBRI Paris Agung Kurniadi, dan Annelis Putri selaku country manager AVPA Indonesia. Keduanya mewakili para produsen kopi Indonesia yang berhalangan hadir.

Kompetisi yang diselenggarakan AVPA sepanjang bulan Oktober itu diikuti lebih dari 170 produsen kopi dari seluruh dunia. Selain Indonesia, peserta kompetisi juga datang dari Brasil, Kamerun, Kolombia, Kongo, Amerika Serikat (Hawaii), Gabon, El Salvador, Honduras, Kenya, Laos, Meksiko, Peru, Puerto Rico, Tanzania, Togo, dan lain-lain.

Dalam kompetisi AVPA, Indonesia adalah negara kedua yang mendapatkan penghargaan terbanyak, setelah Kolombia (25 penghargaan untuk 14 produsen). Penghargaan Gourmet dibagi menjadi empat kategori: Gold Gourmet, Silver Gourmet, Bronze Gourmet, dan Simple Gourmet.

Dari 23 penghargaan untuk produk kopi Indonesia itu, tiga di antaranya memenangi kategori Gold Gourmet, yakni Kopiku Tanah Air Kita – Papaku Manggarai (produsen dan roastery), Le Plein d’Sens – Kopi Luwak France, dan Kawi Mengani Bali – Sweet Honeydew.

Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) mencatat, Indonesia masih menjadi salah satu negara eksportir kopi terbesar di dunia. “Per tahun itu (produksi kopi Indonesia) sekitar 630.000 ton. Pokoknya itu kopi secara keseluruhan. Belum yang eksportable. Biasanya yang eksportable itu 430 ribu atau 450 ribu ton. Sisanya sekitar 160-170 ribu ton lah untuk konsumsi dalam negeri,” ujar Wakil Ketua AEKI Pranoto Soenarto.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) ekspor kopi nasional pada 2017 tumbuh 12,56% menjadi 464 ribu ton dari tahun sebelumnya. Adapun total nilai ekspornya pun cukup fantastis. Per tahunnya, total ekspor yang berasal dari industri kopi sebesar US$1,2 miliar atau sekitar Rp16,8 triliun (mengacu kurs Rp14.000 per US$). Total nilai ekspor tersebut tidak selalu sama dan bisa berubah ubah, tergantung bagaimana harga kopi di pasar dunia.

Amerika Serikat (AS) menjadi pasar kopi terbesar bagi Indonesia. Tidak kurang dari 63 ribu ton atau sebesar 13% dari total ekspor kopi nasional dikirim ke AS dengan nilai mencapai US$256 juta. Negara tujuan ekspor utama kopi Indonesia lainnya adalah Malaysia, Jerman, Italia, Rusia dan Jepang.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *