Kunjungi TN Bunaken, Bappenas Lakukan Pembelajaran Kemitraan Konservasi

Kegiatan diskusi kelompok nelayan dalam konteks pengelolaan area perikanan (villagerspost.com/eko handoyo)

Manado, Villagerspost.com – Direktur Kelautan dan Perikanan, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Dr. Ir. Sri Yanti JS, MPM, melakukan kunjungan ke dua desa binaan Taman Nasional Bunaken, yaitu Desa Popareng dan Desa Poopoh, Sabtu (6/10) kemarin. Kunjungan tersebut dilaksanakan dalam rangka melihat langsung pembelajaran kemitraan konservasi di kelompok Cahaya Tatapaan Popareng dan Kelompok Cahaya Trans Poopoh.

Dalam kesempatan tersebut, Yanti berkesempatan menyaksikan aktivitas yang dilakukan kelompok Cahaya Tatapaan dan Cahaya Trans. “Saya sangat terkesan dengan aktivitas nelayan dan masyarakat dalam Pengelolaan Akses Area Perikanan (PAAP) di zona tradisional,” ujarnya kepada Villagerpost.com.

Aktivitas itu antara lain melakukan pengukuran panjang dan berat ikan, membatasi waktu tangkapan anggota kelompok dan ukuran alat tangkap. Kelompok pionir juga memberikan masukan kepada desa dalam kemitraan di wilayah penyangga Taman Nasional Bunaken bagian selatan.

Pemberian Akses Area Perikanan pada zona tradisional oleh Balai Taman Nasional Bunaken telah ditandatangani pada tanggal 29 Nopember 2017 di Manado. Tindaklanjutnya dengan menjadikan Desa Popareng, Kecamatan Tatapaan, Kabupaten Minahasa Selatan dan Desa Poopoh, Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa sebagai Role Model Ekowisata dan Desa Wisata Bersama Masyarakat.

Pemberian sertifikat penyelaman open water kepada peserta pelatihan pemandu penyelaman (villagerspost.com/eko handoyo)

Dalam kesempatan itu, Sem Sambur, Ketua Kelompok Cahaya Tatapaan mengatakan, masih banyak kekurangan yang perlu diperbaiki oleh kedua kelompok nelayan tersebut, untuk mencapai tujuan menjaga kelestarian laut sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi desa. “Tetapi kami selalu berusaha memperbaiki, semoga cikal bakal dari PAAP kemudian menjadi Role Model Ekowisata Bersama Masyarakat dapat memacu perubahan yang lebih baik,” ujarnya.

Berce Toli, Ketua Cahaya Trans mengakui, perjuangan para nelayan ini memang tidak mudah. “Banyak halangan dan rintangan, bahkan cobaan itu selalu ada, tetapi optimisme kami untuk memajukan nelayan pesisir penyangga Taman Nasional Bunaken bagian selatan tidak surut,” tambahnya.

Dalam kesempatan pembelajaran di Desa Popareng, turut mendampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Utara – Ir. Ronald Sorongan, M.Si dan jajarannya, serta dari Rare Indonesia. Tidak hanya mendiskusikan program kerja dan pembelajaran, tetapi juga melakukan snorkelling dengan dipandu langsung oleh Cahaya Tatapaan dan konsorsium.

Mengakhiri kunjungan pembelajaran rombongan memberikan tali kasih kepada Cahaya Tatapaan serta sertifikat menyelam open water kepada pemuda yang telah dilatih dan dipersiapkan menjadi buddy dan pemandu wisata alam.

Laporan/Foto: Eko Handoyo, Manajer Kampanye Pride Bogor 6 di Balai Taman Nasional Bunaken, Jurnalis Warga untuk Villagerspost.com

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *