Kutip Tembang Iwan Fals, Menteri Desa PDTT Minta Milenial Desa tak Segan Bertani

Generasi muda petani melakukan praktik tanam padi ramah lingkungan (villagerspost.com/rahmat adinata)

Jakarta, Villagerspost.com – Desa harus jadi kekuatan ekonomi agar warganya tak hijrah ke kota. “Sepinya desa adalah modal utama Untuk bekerja dan mengembangkan diri,” kata Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar.

Halim mengutip lirik lagu milik Iwan Fals yang berjudul ‘Desa’ itu, dalam acara Halalbihalal secara virtual, dengan pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), di kantor Kalibata, Senin (17/5).

“Nah ini, liriknya Iwan Fals, maestro yang luar biasa. Kita sedang berusaha menekan urbanisasi. Bahkan kalau perlu membalik, dari urbanisasi menjadi ruralisasi,” tambah Halim.

“Ini ada lagi, Walau lahan sudah menjadi milik kota, Bukan berarti desa lemah tak berdaya, Desa adalah kekuatan sejati, Negara harus berpihak pada para petani,” kata Halim, meneruskan kutipan lirik lagu tersebut.

Gambaran dalam lirik lagu ini, ujar dia, yang saat ini sedang dilakukan pemerintah. Agar pertanian terus tumbuh, ujar Halim, pemerintah mengembangkan berbagai terobosan seperti membangun food estate, modernisasi pertanian, dan sebagainya.

“Hal itu dilakukan agar warga masyarakat milenial tidak lagi segan untuk bertani, membangun pemahaman baru tentang pertanian, bahwa pertanian tidak seperti dulu lagi,” tegasnya.

Menyinggung BUMDes, Halim mengatakan, BUMDes memiliki kekuatan legal standing yang cukup bagus untuk melakukan berbagai usaha, termasuk melakukan kerja sama, kemitraan, perjanjian dengan berbagai pihak termasuk akses dana perbankan dan seterusnya.

“Semua regulasi yang ada sekarang, memosisikan BUMDes setara dengan BUMD dan BUMN, hanya saja berbeda level. Jika levelnya nasional, itu wilayahnya BUMN, tingkat provinsi dan kabupaten wilayahnya BUMD, jika levelnya desa itu wilayahnya BUMDes,” ungkapnya.

Tetapi, ujar Halim, inti usahanya, unit usahanya yang dikelola sama. “Mau bidang usaha apa saja, yang penting prinsip bagi BUMDes adalah menyejahterakan warga masyarakat desa,” papar Halim.

Dia menekankan, BUMDes tidak boleh melakukan usaha yang sudah dan sedang dilakukan oleh warga masyarakat di desa. “Dengan bahasa yang lebih sederhana lagi adalah BUMDes harus memfasilitasi, memberikan kemudahan, memberikan ruang yang cukup bagi usaha-usaha mikro kecil yang dilakukan oleh masyarakat di desanya,” jelasnya.

Halim menegaskan, BUMDes tidak boleh menjadi pesaing, meng-hegemoni, apalagi dengan kehadiran BUMDes kemudian mematikan usaha-usaha yang sudah dilakukan oleh warga masyarakat.

“Itu tidak boleh. Kenapa? Karena memang prinsip BUMDes adalah untuk meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat desa,” tegasnya.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *