Lagi, KKP Tangkap Enam Kapal Ilegal Vietnam

Kapal-kapal ikan Vietnam yang ditangkap aparat KKP (dok. kkp.go.id)
Kapal-kapal ikan Vietnam yang ditangkap aparat KKP (dok. kkp.go.id)

 
Jakarta, Villagerspost.com – Kapal-kapal asing pencuri ikan di perairan Indonesia rupanya tidak mengenal kata kapok. Buktinya, aparat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali berhasil menangkap enam kapal ikan asing (KIA) asal Vietnam. Melalui Kapal Pengawas Hiu Macan 005, kapal-kapal nelayan Vietnam itu tertangkap tangan saat sedang melakukan penangkapan ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (WPP-RI) tanpa dilengkapi dokumen perizinan dari Pemerintah RI.

“Kapal-kapal itu ditangkap di perairan Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEEI), perairan Laut Cina Selatan, sekitar perairan Anambas, Kepulauan Riau, pada hari Sabtu tanggal 1 Agustus 2015 sekitar pukul 13.00 s.d 16.00 WIB,” ungkap Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Asep Burhanudin seperti dikutip kkp.go.id, Kamis (6/8).

Ia memaparkan, kapal-kapal yang ditangkap seluruhnya diawaki oleh 43 warga negara Vietnam, dengan masing-masing berbobot mati 32 GT yaitu KM BV 95472 TS dan KM BV 75169). Sisanya ada yang berbobot 35 GT (KM BV 95228 TS dan KM BV 95038 TS) dan 36 GT (KM BV 95609 TS dan KM BV 95632 TS).

Kapal-kapal penangkap ikan tersebut sementara diduga melanggar Pasal 93 Ayat (2) jo Pasal 27 (2) UU No. 45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU RI No. 31 tahun 2004 tentang Perikanan, dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp20 miliar.

Selanjutnya, terhadap ABK dan enam KIA Vietnam tersebut dikawal oleh KP Hiu Macan 005 ke Satker PSDKP Batam, untuk menjalani proses hukum oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan.

Sebelumnya, aparat KKP juga berhasil menangkap empat kapal ikan asing asal Vietnam di perairan ZEE laut Natuna, pada Rabu (29/7) lalu. Asep Burhanuddin mengungkapkan, kapal-kapal ilegal asal Vietnam yang ditangkap seluruhnya diawaki oleh 48 Anak Buah Kapal (ABK) warga negara Vietnam. Mereka tersebar yaitu sejumlah 3 orang di KM BV 9619 TS (berbobot 85 Gross Ton), 20 orang di KM BV 8281 TS (90 GT), 3 orang di KM BV 9947 TS (85 GT), dan 22 orang di KM BV 7282 TS (90 GT).

Kapal-kapal penangkap ikan yang tertangkap tangan tersebut diduga melanggar Pasal 93 Ayat (2) jo Pasal 27 (2) UU No. 45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU RI No. 31 tahun 2004 tentang Perikanan. Para awak kapal asal Vietnam itu terancam pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling banyak Rp20 miliar.

Setelah dilakukan penangkapan, para ABK dan keempat Kapal Ikan Asing (KIA) Vietnam tersebut di bawa ke ke Stasiun PSDKP Pontianak, Kalimantan Barat dengan kawalan KP Hiu Macan 001. Di sana, mereka akan menjalani proses hukum oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan. (*)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *