Lagi-lagi Aparat KKP Tangkap Kapal Ilegal Vietnam | Villagerspost.com

Lagi-lagi Aparat KKP Tangkap Kapal Ilegal Vietnam

Kapal-kapal ikan Vietnam yang ditangkap aparat KKP. Illegal Fishing jadi tersangka utama rendahnya PNBP sektor kelautan (dok. kkp.go.id)

Kapal-kapal ikan Vietnam yang ditangkap aparat KKP. Illegal Fishing jadi tersangka utama rendahnya PNBP sektor kelautan (dok. kkp.go.id)

 
Jakarta, Villagerspost.com – Kapal-kapal asing yang melakukan penangkapan ikan secara ilegal di wilayah perairan Indonesia seperti tak pernah kapok meski berkali-kali berhasil ditangkap aparat keamanan Indonesia. Dalam bulan September ini saja, sudah dua kali aparat keamanan laut dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil melakukan penangkapan terhadap kapal pelaku illegal fishing asal Vietnam.

Yang terbaru adalah penangkapan yang dilakukan Pengawas Perikanan KKP melalui Kapal Pengawas (KP) Hiu Macan Tutul 002 terhadap kapal perikanan asing (KIA) ilegal asal Vietnam di Laut Cina Selatan. Kapal dengan muatan sebanyak  45 ton ikan tersebut terjaring operasi pengawasan pada tanggal 12 September 2015, sekitar pukul 08.05 WIB.

Kapal KM. BV 9980 TS  dengan  bobot  mati 85 GT itu tertangkap tangan saat sedang melakukan penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing) di perairan Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEEI). “Tepatnya di Laut Cina Selatan, Natuna, Kepulauan Riau,” kata Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Asep Burhanudin seperti dikutip kkp.goid, Rabu (16/9).

Pelanggaran  yang dilakukan yakni menangkap ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) tanpa dilengkapi dokumen-dokumen perizinan kegiatan penangkapan ikan dari Pemerintah Indonesia dan menggunakan alat tangkap yang dilarang pair trawl.

Dalam penangkapan tersebut diamankan barang bukti berupa satu unit kapal, satu unit alat komunikasi radioa SSB, satu unit alat navigasi GPS, satu unit kompas basah, dan 45.000 Kg ikan campuran.

“Kemudian untuk proses hukum lebih lanjut oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan, barang bukti beserta enam ABK WNA Vietnam dikawal ke Satuan Kerja PSDKP Natuna,” ujar Asep.

Asep juga menambahkan, kapal berbendera Vietnam tersebut sementara diduga melanggar Pasal 93 Ayat (2) jo Pasal 27 Ayat (2) UU No. 45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU RI No. 31 tahun 2004 tentang Perikanan, dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling banyak Rp20 miliar.

Selanjutnya, Asep menambahkan bahwa selama tahun 2015, Direktorat Jenderal PSDKP telah melakukan proses hukum terhadap 103 kapal perikanan pelaku illegal fishing,yang terdiri dari 55 kapal asing dan 48 kapal Indonesia. Dari sejumlah 55 kapal asing tersebut, sebanyak 36 kapal Vietnam, 8 kapal Filipina, 6 kapal Malaysia, dan 5 kapal Thailand.

Sebelumnya, Kapal Pengawas Hiu Macan Tutul 001 juga menangkap empat kapal perikanan asing ilegal asal Vietnam. Kapal tersebut tertangkap tangan saat sedang melakukan penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing), di perairan Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEEI), Laut Cina Selatan, Natuna, Kepulauan Riau (7/9).

Kapal-kapal yang ditangkap, yaitu KG 93525 TS  berbobot 139 Gross ton dengan Anak Buah Kapal berjumlah (ABK) 20 orang, KG 91490 TS (GT 139, ABK 5 orang), KG 93877 TS (GT 139, ABK 4 orang), dan KG 93577 TS (GT 139, ABK 22 orang). Keempatnya tertangkap saat KP Hiu Macan Tutul 001 menggelar operasi pengawasan pada tanggal 7 September 2015, sekitar pukul 12.05 WIB.

“Mereka melakukan penangkapan ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) tanpa dilengkapi dokumen-dokumen perizinan kegiatan penangkapan ikan dari Pemerintah Indonesia dan menggunakan alat tangkap yang dilarang pair trawl,” kata Asep Burhanuddin.

Asep juga menambahkan, kapal berbendera Vietnam tersebut sementara diduga melanggar Pasal 93 Ayat (2) jo Pasal 27 Ayat (2) UU No. 45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU RI No. 31 tahun 2004 tentang Perikanan, dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling banyak Rp20 miliar. Selanjutnya, 51 ABK dan 4 KIA Vietnam tersebut dikawal oleh KP Hiu Macan 001 ke stasiun PSDKP Pontianak, untuk menjalani proses hakim oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan. (*)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *