Lahan Pasir Jadi Berkah Bagi Pertanian di Kepulauan Seribu

Ilustrasi petani menanami lahan (dok. bojonegorokab.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Lahan berpasir di pulau-pulau kecil di kawasan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, diharapkan dapat menjadi berkah bagi pengembangan pertanian di kawasan itu. Untuk itu, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jakarta sejak Mei 2018 telah melakukan Penelitian tentang penggunaan lahan berpasir untuk budidaya tanaman.

Pulau Payung di Kepulauan seribu menjadi salah satu lokasi kegiatan penelitian Pengkajian dan Pengembangan Pertanian Strategis (KP4S) yang dilakukan oleh BPTP DKI Jakarta yang bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kepulauan Seribu. Selain Pulau Payung, Model Pertanian Terintegrasi di Lahan Berpasir diaplikasikan juga di Pulau Tidung Besar.

“Kami berharap, proyek model pertanian terintegrasi ini akan terus berlanjut dan bisa dilaksanakan di pulau-pulau lainnya,” kata Kepala BPTP DKI Jakarta Etty Herawati, dalam siaran persnya, Kamis (28/2).

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu berharap melalui kegiatan ini warganya mampu mandiri secara pangan tanpa harus mendatangkan bahan pangan dari luar pulau. Bahkan pemerintah mengharapkan kedua pulau ini dapat swasembada pangan yang hasilnya bisa didistribusikan ke daerah sekitarnya, sehingga kesejahteraan masyarakat 2 pulau ini dapat berkelanjutan.

“Apa yang dilakukan oleh BPTP (DKI Jakarta, red) di Pulau Payung dan Pulau Tidung Besar membuktikan bahwa pada kondisi apapun kita bisa bercocok tanam apalagi dibarengi dengan teknologi pertanian,” kata Bupati Kepulauan Seribu Husein Murad.

Tanaman yang di budidayakan dengan model ini antara lain, tanaman hortikultura seperti bawang merah, cabai, kangkung, terong, jagung, buah pisang dan semangka. Selain itu ada juga pengembangan ternak seperti kambing peranakan etawa dan anglonubian yang dapat menghasilkan daging dan susu.

Pengembangan ternak ini dilakukan agar kotorannya dapat digunakan sebagai pupuk dan biomassa. Kemudian dikembangkan juga budidaya pakan ternak hijau indigovera, pembinaan kelompok tani, dan peningkatan nilai tambah produk melalui inovasi teknologi pasca panen. Warga di kedua pulau ini juga dilatih mengolah sukun menjadi bahan baku makanan seperti pempek sukun dan stik sukun, olahan smoothie pakchoy dan sawi.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *