Laporan tak Rampung, Dana Desa tak Turun

Menteri Desa PDTT Marwan Jafar meninjau penggunaan dana desa di sebuh desa di Lampung (dok. kemendesa)
Menteri Desa PDTT Marwan Jafar meninjau penggunaan dana desa di sebuh desa di Lampung (dok. kemendesa)

Jakarta, Villagerspost.com – Dua desa di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat belum mendapatkan kucuran dana desa tahap I tahun 2016. Penyebab utamanya adalah belum rampungnya laporan penggunaan dana desa sebelumnya, yakni tahun anggaran 2015.

“Masih ada 2 desa yang belum memberikan laporan. Inilah kenapa, realisasi dana desa tahun 2015 masih kurang sekitar 0,2 persen lebih,” kata Wakil Bupati Polewali Mandar M Natsir Rahmat, seperti dikutip kemendesa.go.id, Jumat (29/4).

Natsir, saat ditemui tim Jelajah Desa Nusantara dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi mengatakan, dana desa Tahun 2015 di Kabupaten Polewali Mandar baru terealisasi sebesar 99,7 persen.  Dana desa yang belum sepenuhnya terserap tersebut, diakibatkan oleh masih adanya desa yang belum melaporkan realisasi dana desa.

(Baca juga: DPR Akan Bentuk Panja Dana Desa)

“Lambatnya pelaporan penggunaan dana desa tahun lalu tersebut, secara otomatis berpengaruh pada lambatnya penyaluran dana desa tahap I Tahun 2016. Di mana, salah satu syarat pencairan dana desa adalah dengan menyerahkan laporan realisasi dana desa yang telah disalurkan sebelumnya,” terang Natsir.

Keterlambatan tersebut pun mendapat keluhan dari berbagai desa, yang dikunjungi tim JDN di Kabupaten Polewali Mandar. Desa Patampanua Kecamatan Matakali misalnya, yang terpaksa menunda pembangunan karena belum dicairkannya dana desa 2016.

“Padahal bikin laporan itu tidak susah. Format laporannya juga mudah, saya heran kenapa masih ada desa yang belum memberikan laporan,” terang Kepala Desa Patampanua Abdul Azis Beh.

Azis mengatakan, dana desa tahun 2015 di Desa Patampanua digunakan untuk membangun jalan usaha rakyat. Sebelumnya, jalan di sini sangat jelek dan bergelombang. Banyak batu-batu dan becek kalau hujan. Sekarang jalannya sudah mulus, dan biaya transportasi untuk mengangkut hasil perkebunan jadi semakin murah,” katanya.

Keluhan yang sama juga datang dari desa lainnya, yakni Desa Tonro Lima Kecamatan Matakali. Hamuddin selaku Kepala Desa mengaku sangat menanti pencairan dana desa, agar pembangunan dapat segera terealisasi.

“Masyarakat sangat terbantu dengan adanya dana desa ini. Sejak ada dana desa, jalan di sini jadi mulus. Masih banyak jalan yang ingin kita perbaiki,” ujarnya.

Hamuddin mengungkapkan, dana desa di Tonro Lima tahun 2015 digunakan untuk membangun jalan penghubung antar desa sepanjang 461 Meter. Selain berfungsi sebagai jalan penghubung, jalan tersebut juga bermanfaat bagi usaha tani setempat.

“Dana desa tahun lalu sekitar Rp270 juta, kita gunakan untuk bangun jalan. Setelah semua jalan kita bangun, kita juga ingin bangun irigasi,” urainya.

Sebelumnya, tim JDN yang menjelajahi Polewali Mandar ini juga telah berkunjung ke Desa Duampanua dan Desa Pasiang. Dua desa tersebut juga telah menggunakan dana desa untuk membangun jalan usaha tani dan jalan penghubung desa.

Tim JDN yang diutus oleh Menteri Desa PDTT Marwan Jafar, ini akan menjelajahi desa di 3 Pulau yakni Sulawesi, Jawa dan Sumatera ini. Diutusnya tim JDN ini bertujuan untuk meninjau realisasi dana desa sekaligus sosialisasi program dana desa.

“Sosialisasi dilakukan dengan berbagai metode, mulai dari dialog langsung dengan kepala desa, juga sosialisasi langsung ke masyarajat dengan turun ke desa-desa,” ujar Marwan.

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *