Lebaran: Momen Menegaskan Komitmen Pada Lingkungan

Kebakaran hutan di kawasan gambut Sebangau, Kalteng. Kasus karhutla menjadi contoh lemahnya tata kelola lingkungan hidup dan kehutanan (dok. wwf.or.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Momen hari raya Idul Fitri 1439 H atau lebaran tahun 2018 ini, diharapkan menjadi momen bagi kita semua untuk tetap menjaga komitmen terhadap kelestarian lingkungan. Hal itu disampaikan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dalam pesan lebarannya yang diterima redaksi Villagerspost.com, Senin (18/6).

“Bulan Ramadhan telah kita lalui bersama, mari kita maknai hari kemenangan ini dengan komitmen untuk berfikir, dan bertindak lebih baik lagi, salah satunya ialah dengan menjaga dan melestarikan lingkungan dan hutan kita,” pesan Siti.

Selama bulan Ramadhan, kata Siti, KLHK tetap aktif melakukan berbagai upaya, mulai dari pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), implementasi perhutanan sosial, upaya perbaikan (corrective action) kegiatan bidang LHK, dan penegakan hukum lingkungan. KLHK juga tetap aktif dalam pengelolaan sampah, pelayanan publik, hingga penguatan jaringan dan silaturahmi dengan para komunitas dan pegiat lingkungan.

“Hal ini merupakan wujud komitmen KLHK, dalam meningkatkan kualitas lingkungan dan manfaat hutan bagi kesejahteraan masyarakat,” tegas Siti.

Bahkan pada momen lebaran hari kedua, Siti Nurbaya tetap langsung turun ke lapangan memantau penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). “Selain mengawasi laporan Karhutla setiap hari, saya kemarin memantau penanganan Karhutla dengan melakukan flyover ke beberapa daerah,” kata Siti.

Pemantauan lewat udara yang dilakukan pada akhir pekan, atau hari kedua Idul Fitri ini meliputi beberapa titik rawan karhutla di wilayah Sumatera. Siti mengucapkan terimakasih atas dedikasi anggota Manggala Agni KLHK, TNI, Polri, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan jajaran terkait lainnya yang bahu membahu tanpa kenal lelah mengatasi Karhutla di musim kemarau seperti saat ini.

“Meski masih dalam suasana libur lebaran, namun tim lapangan ini tetap bekerja keras menjaga Indonesia bebas bencana asap. Saya sangat berterimakasih pada mereka,” katanya.

Dalam beberapa hari ini kata Siti Nurbaya, Daops Manggala Agni intens melakukan pemadaman Karhutla di Aceh Selatan, dibantu Manggala Agni Daops Sibolangit. “Alhamdulillah titik api sudah mati. Karhutla di Ketapang, Kalbar, juga berhasil diatasi. Namun begitu Daops Manggala Agni tetap saya minta waspada,” katanya.

Tim udara sudah standby di beberapa Provinsi rawan, khususnya di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Per tanggal 16 Juni 2018, sudah ada 17 unit helikopter water boombing siaga di 4 Provinsi yang telah menetapkan status darurat. Heli yang sudah siaga merupakan unit dari KLHK, BNPB, TNI AU, dan pihak swasta lainnya.

Adapun water boombing yang telah dilakukan, telah dijatuhkan sebanyak 6.874.400 liter air. Diantaranya di Riau dan Sumatera Selatan. Kegiatan hujan buatan atau TMC juga telah dilakukan sejak tanggal 16 Mei – 9 Juni 2018 dengan total garam yang dijatuhkan sebanyak 32 ton di Kab. Banyuasin, Musi Banyuasin, Muara Enim, PALI dan OKI, Provinsi Sumatera Selatan.

Hingga tanggal 15 Juni 2018 tidak terdeteksi asap lintas batas. Sementara pada tanggal 16 Juni 2018 tidak terdeteksi adanya asap karhutla, sedangkan untuk kualitas udara dalam kategori baik hingga sedang.

“Meski begitu tidak boleh ada kata lengah untuk memastikan titik api tidak meluas. Semoga tim lapangan selalu diberi kesehatan, dan keselamatan dalam bertugas. Semoga Allah SWT, Tuhan YME, meridhoi setiap usaha dan niat baik kita menjaga Indonesia dari bencana Karhutla,” kata tegas Siti.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *