Lewat LISSA PLN Listriki 378 Desa Baru di Sumatera Utara

Instalasi Listrik Masuk Desa (dok. bumn.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – PT PLN (Persero) berhasil melistriki 378 desa baru di Sumatera Utara melalui Program Listrik Masuk Desa (LISSA). Dengan teralirinya 378 desa baru ini, di seluruh Sumatera, total rasio desa berlistrik PLN per 2018 mencapai 97,7 persen.

Direktur Bisnis PLN Regional Sumatera Wiluyo Kusdwiharto mengatakan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp6,5 triliun dalam APBN 2019 kepada PT PLN sebagian akan digunakan untuk program LISSA dan proyek transmisi yang akan dimanfaatkan di tahun 2019 dan 2020. Dia menegaskan, ini adalah upaya luar biasa untuk menuju Sumatera terang.

“Dimana kami telah melakukan penyalaan listrik di daerah 3T, sebagai salah satu contoh sebagian besar daerah di Kepulauan Riau dan 13 desa di Kabupaten Natuna, begitu juga pulau Mentawai dan Pulau Nias,” papar Wiluyo, dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Jumat (25/1).

Wiluyo mencatat, rasio desa berlistrik PLN (RD) di Aceh mencapai 99,9 persen, RD Sumatera Utara sebesar 97,2 persen, RD Sumtera Barat 98,6 persen. Kemudian RD Jambi 95,3 persen, RD Bengkulu 99,6 persen, RD Sumatera Selatan 97,8 persen, dan RD Lampung 97,3 persen. Berikutnya, RD Bangka Belitung 100 persen, RD Kepulauan Riau 81,5 persen, dan RD Riau 94,7 persen.

“Riau termasuk rendah karena memang kondisi alam di Riau yang terdiri dari sungai-sungai, ini salah satu kendala utama pembangunan desa berlistrik. Tetapi kami tetap targetkan rasio desa berlistrik di Riau ini mencapai 100 persen,” tandas Wiluyo.

Keberhasilan ini mendapat apesiasi anggota Komisi VI DPR Lily Asdjudiredja. “Kami mengapresiasi program listrik masuk desa ini. Dengan menggunakan PMN, desa-desa yang bisa diterangi adalah desa yang berada di 3T yaitu, terdepan, terluar dan tertinggal,” kata Lily.

Lily juga berharap melalui Penyertaan Modal Negara (PMN), program LISA dapat dibarengi dengan pemasangan atau instalasi listrik secara gratis untuk keluarga tidak mampu di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Dengan begitu, program ini diharapkan dapat mendukung target rasio elektrifikasi sekitar 97 persen pada tahun 2019.

“Kemarin dalam kunjungan Presiden Joko Widodo ke Garut disampaikan bantuan penyambungan listrik. Mudah-mudahan juga di sini bisa dilaksanakan. Sebab mereka punya keinginan, tetapi kalau tidak uang, yah susah juga,” ujarnya.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *