Lewat Prukades, Perangi Kemiskinan di Desa | Villagerspost.com

Lewat Prukades, Perangi Kemiskinan di Desa

Produk makanan olahan unggulan desa di Malang, Jawa Timur (dok. malangkab.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo mengatakan, kemiskinan di desa hanya bisa cepat teratasi kalau masyarakat desa diberikan kesempatan untuk memiliki usaha. Untuk itu, kata Eko, pemerintah kini tengah mendorong masyarakat desa untuk memiliki produk unggulan desa.

Selain itu, pemerintah juga berupaya membuka akses pasar dan mempersiapkan berbagai infrastruktur agar usaha masyarakat desa bisa berkembang. Eko mengatakan, mayoritas penduduk di desa itu hidup pada sektor pertanian. Permasalahannya adalah akses pasar yang terbatas, tidak tersedianya industri pasca panen, minim permodalan dan lain-lain.

“Oleh karena itu, perlu adanya langkah untuk mendatangkan akses pasar atau sarana pasca panennya ke desa-desa dengan mengembangkan produk unggulan di desanya masing-masing atau membuat klusterisasi produk unggulan desa agar memiliki skala ekonomi yang besar. Sehingga, sarana pasca panenya bisa masuk ke desa-desa,” kata Eko dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Kamis (2/11).

Sebelumnya, pemerintah sendiri telah menggelar rapat yang khusus membahas upaya mengatasi permasalahan kemiskinan yang masih terjadi di sejumlah daerah di Indonesia. Salah satunya di wilayah Jawa Barat bagian selatan. Wilayah Jawa Barat bagian Selatan meliputi Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Cianjur.

Dalam rapat yang diikuti Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Bank Indonesia, Agus D.W. Martowardojo, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar dan sejumlah perwakilan pemerintah kabupaten yang terdapat di wilayah Jawa Barat bagian selatan itu, Eko memaparkan, empat program unggulan yang diarahkan untuk pemanfaatkan penggunaan dana desa.

Diharapkan program ini kedepannya akan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di desa dan meningkatkan pendapatan masyarakat serta menciptakan lapangan kerja baru di desa. Dengan demikian, desa yang mengikuti program ini ke depan akan menjadi desa yang berkembang, maju dan mandiri.

“Untuk program ini, Kemendes PDTT didukung oleh 19 kementerian dan lembaga. Seperti Kementerian Pertanian yang telah komitmen untuk memberikan bibit, pupuk dan traktor secara gratis. Lalu, Kementerian PU akan membantu akses penunjangnya seperti jembatan dan jalan. Dan Kementerian Kelautan dan Perikanan akan membantu memberikan bibit ikan secara gratis pada setiap embung yang dibangun di desa,” papar Eko.

Eko menilai, solusi untuk lebih cepat mengatasi permasalahan kemiskinan yang ada di desa adalah menentukan produk unggulan kawasan perdesaan (Prukades). Karena menurutnya, model prukades ini telah dibuktikan di Kabupaten Pandeglang.

Di Kabupaten Pandeglang, yang sebelumnya memiliki 174 desa tertinggal dari 326 desa, kini hanya memiliki 54 desa tertinggal dalam waktu satu tahun. Apalagi, dengan model Prukades ini, Kabupaten Pandeglang diyakini hingga pertengahan tahun depan sudah tidak ada lagi desa tertinggal.

“Prukades ini lebih cepat untuk memerangi kemiskinan. Jadi tentukan fokus produk komoditinya apa di desa. Saat ini mumpung musim hujan, sudah waktunya musim tanam. Jadi, segera tentukan mau fokus produk unggulannya apa. Jadi pada akhir tahun, mulai keliatan panen atau sudah keliatan hasilnya,”ujarnya. (*)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *