Luncurkan Laporan Berkelanjutan 2021, Tetra Pak Kuatkan Komitmen Akselerasi Ekonomi Sirkular di Indonesia

Ilustrasi mesin pengolah sampah (dok. istimewa)

Jakarta, Villagerspost.com – Tetra Pak, perusahaan solusi pengemasan dan pemrosesan makanan dunia, meluncurkan Laporan Berkelanjutan 2021, pada Selasa (5/10) lalu. Laporan tersebut diluncurkan guna memperkuat ambisi dan komitmen untuk melindungi yang baik yaitu: “Melindungi makanan, manusia, dan planet”. Laporan tersebut menekankan pentingnya mengatasi tantangan ekonomi, sosial, dan lingkungan yang saling terekoneksi antara satu sama lain untuk menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan.

Beberapa sorotan global dari laporan tahun ini di antaranya:

  • Tetra Pak berkolaborasi dengan manufaktur makanan dan minuman untuk menjamin ketersediaan pangan yang aman dan meningkatkan ketahanan sistem pangan sepanjang pandemi COVID-19.
  • Mencapai target iklim 2020, memisahkan pertumbuhan bisnis dari emisi GHG di seluruh value chain, cakupan 1, 2, 3 (-19 versus 2010). Tetra Pak juga mencapai penurunan GHG yang luar biasa hingga -70% di dalam operasi perusahaan dari tahun 2010 hingga 2020, cakupan 1 dan 2. Tetra Pak telah meningkatkan inovasi dengan menyediakan solusi berkelanjutan dalam pemrosesan dan pengemasan kepada konsumen. Di Indonesia, misalnya, Tetra Pak telah merancang suatu proses bagi petani-petani kecil untuk menjaga rasa air kelapa dan mentransformasikan bagian-bagian lain dari buah menjadi krim kelapa, minyak, dan susu yang bernilai tinggi.
  • Dengan lebih dari 170 operasi daur ulang kemasan karton ulang di dunia, Tetra Pak berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan yang berkaitan dengan value chain daur ulang dalam berbagai macam aktivitas, yang berkontribusi kepada bertambahnya kemasan karton daur ulang global hingga 27% di tahun 2020.

Managing Director dari Tetra Pak Malaysia, Singapura, Filipina dan Indonesia Michael Wu mengatakan, laporan tahun ini, memperkuat ambisi dan komitmen Tetra Pak di seluruh area kerja berkelanjutan kami secara global, termasuk Indonesia. “Tetra Pak telah membantu memperluas pengumpulan minuman karton, karbon jejak dan daur ulang di sini selama hampir 50 tahun, yang menegaskan komitmen Panjang kami untuk berkontribusi terhadap ekonomi sirkular,” papar Michael.

Pemerintah sendiri, menurutnya, telah menunjukkan komitmen yang sangat besar terhadap manajemen sampah, mengatur target nasional sebesar 30 persen untuk pengurangan sampah dan 70 persen untuk manajemen sampah di tahun 2025. Di Tetra Pak Indonesia, seluruh pekerjaan berkelanjutan kami bertujuan untuk mencapai hal-hal ini,” ujar Michael Wu.

Sejak 1975, Tetra Pak telah berkontribusi untuk meningkatkan tingkat daur ulang karton di Indonesia dengan melaksanakan program dan inisiatif yang berkolaborasi dengan para pemain value chain lainnya, termasuk pemilik brand, perusahaan pengelolaan sampah dan daur ulang, pihak-pihak berwajib di ranah local, dan pembuat kebijakan pemerintah.

Hingga saat ini, Tetra Pak telah menggandeng lebih dari 100-unit bank sampah dan memasang 160 titik daur ulang di berbagai sekolah, hotel, restoran, dan kafe di seluruh Indonesia untuk membantu pemisahan dan pengumpulan sampah kemasan karton bekas minum (used beverage cartons).

Terlebih lagi, perusahaan telah menambah enam mitra pengumpulan karton bekas minum di tujuh provinsi di Jawa dan Bali dan saat ini sedang bekerja sama dengan Rapel, sebuah aplikasi smartphone yang memungkinkan karton bekas minuman agar mudah dikumpulkan secara langsung dari konsumen di Yogyakarta.

Sementara itu, Sustainability Manager dari Tetra Pak Indonesia Reza Andreanto mengatakan, membangun dan meningkatkan program daur ulang sangatlah untuk bertransformasi ke ekonomi sirkular yang rendah karbon. “Hal ini menjadi alasan mengapa kami terus bekerja sama dengan jaringan pengumpulan sampah di seluruh Indonesia untuk berinvestasi dalam mewujudkan perubahan dalam skala yang luas untuk mendorong nilai sosial dan ekonomi,” ujarnya.

Dia menegaskan, pihak perusahaan terus berperan secara aktif dalam inisiatif industri daur ulang dan sirkular untuk mempercepat praktik ekonomi sirkular dan mendukung implementasi extended producer responsibility (EPR). Tetra Pak dan anggota lainnya dari PRAISE Indonesia (Packaging and Recycling Association of Indonesia Sustainable Environment) baru menandatangani sebuah perjanjian untuk mendukung pembangunan kapasitas dari pengumpulan sampah kemasan, menyediakan skema pendanaan kolaboratif untuk pengelolaan sampah yang berbasis komunitas, dan mendorong perubahan perilaku untuk mencapai inklusi sosial.

“Penandatangan lainnya termasuk Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali, McKinsey.org, ecoBali Recycling, dan Bali PET,” jelas Reza.

Perusahaan telah membuat jejak berkelanjutan di seluruh Asia Tenggara. Di Malaysia, dengan dukungan dari Tetra Pak, WatertreeTM Project, sebuah perusahaan start-up, memperkenalkan merek lokal air kemasan karton pertama kepada masyarakat. Di Filipina, Tetra Pak menginvestasikan sebuah fasilitas daur ulang, Rural Industrial Corp di Bulacan, untuk membantu meningkatkan kapabilitas daur ulang di sebuah kota kunci, Luzon.

Selanjutnya, perusahaan telah mengumumkan bahwa perusahaan akan bekerja untuk mencapai net-zero emissions di seluruh operasi bisnis pada 2030, dengan ambisi untuk mencapai net-zero emissions di sepanjang value chain pada 2050. “Tetra Pak juga bekeja untuk menciptakan kemasan berkelanjutan yang dibuat hanya dari bahan-bahan berbasis tumbuhan yang dapat diperbaharui, didaur ulang, dan netral karbon,” pungkas Reza.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *