Maluku Utara, Calon Lumbung Ikan dan Jagung Nasional | Villagerspost.com

Maluku Utara, Calon Lumbung Ikan dan Jagung Nasional

Kapal ikan milik asing ditangkap aparat Kementerian Kelautan dan Perikanan di perairan Maluku Utara (dok. kkp.go.id)

Kapal ikan milik asing ditangkap aparat Kementerian Kelautan dan Perikanan di perairan Maluku Utara (dok. kkp.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Maluku Utara dinilai mulai berhasil mewujudkan cita-cita untuk menjadikan provinsi tersebut sebagai Lumbung Ikan Nasional (LIN). Para anggota Komisi IV DPR yang melakukan kunjungan kerja ke wilayah itu pun memberikan dukungan untuk itu. “Maluku Utara sebagai daerah kepulauan yang memiliki potensi perikanan yang begitu kaya. Sangat mungkin bisa dijadikan sebagai lumbung ikan nasional,” kata Wakil Ketua Komisi IV Daniel Johan, seperti dikutip dpr.go.id, Kamis (4/8).

Komisi IV DPR optimis Maluku Utara mampu menjadi lumbung ikan nasional dengan lautan yang lebih luas daripada daratan. Kondisi geografis ini, berdampak pada potensi perikanan yang melimpah. Daniel menegaskan, potensi perikanan dan kelautan Maluku Utara sudah mendukung secara alamiah. Tinggal Pemerintah Pusat maupun Daerah, menyiapkan segala pendukung infrastruktur.

Dia menegaskan, kebijakan pemerintah menjadikan Malut sebagai Lumbung Ikan nasional (LIN) harus menjadi kepentingan bersama, bukan saja Malut tapi juga nasional. “Untuk lumbung ikan harus ada dukungan masyarakat terlebih dahulu. Setelah itu dari kalangan DPR dan pasti mendukung,” ujar Daniel.

Lebih jauh Daniel mengatakan, untuk mewujudkan gak itu, perlu juga diperkuat sentra-sentra yang menjadi unggulan perikanan dan kelautan di seluruh Indonesia. “Sementara kesiapan infrastrukturnya harus pula didukung adanya program,” tegasnya.

Dia juga mengakui, permasalahan infrastruktur yang sangat minim juga masih terjadi di sebagian daerah Jawa. “Tentu ini berkaitan dengan kebijakan anggaran karena APBN kita tidak cukup untuk seluruh kebutuhan yang ada didaerah,” katanya.

Yang paling penting, Pemprov Malut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui transformasi perikanan dan kelautan menjadi industri. “Jadi nilai tambah itu adanya di industri, sehingga kita akan dorong industri perikanan, yang salah satunya di Morotai,” tegasnya.

Sementara itu, Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Nilanto Prabowo mengakui Provinsi Maluku Utara memiliki potensi perikanan cukup besar, mulai dari perikanan tangkap maupun perikanan budidaya. “Selain harus dilindungi, potensi ini juga perlu ditingkatkan lagi,” kata Nilanto.

Nilanto menegaskan, laut Maluku Utara ke depan tidak boleh dimanfaatkan oleh orang asing, baik dari sisi modalnya, maupun kapalnya. “Sehingga masyarakat dapat memperoleh ikan sebanyak mungkin,” jelasnya.

Dalam tiga tahun mendatang, kata Nilanto, pemerintah akan membangun industri perikanan dan kelautan dengan menggandeng investor luar negeri. Sejauh ini sudah banyak negara yang melakukan penawaran untuk meembangun industri, namun masih dikaji Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Ditempat terpisah, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Maluku Utara Buyung Radjiloen mengatakan, wilayahnya bisa dijadikan Lumbung Ikan Nasional (LIN) agar dapat bersaing dengan daerah lain dalam mensejahterakan masyarakat. “Kita sudah sampaikan strategi untuk membangun tiga cluster di Tobelo, Ternate dan Bacan. Ini bisa dikatakan tol lautnya perikanan, karena kita dapat memanfaatkan fasilitas yang ada,” tambahnya.

Lumbung Jagung

Sementara itu, di sektor pertanian pangan, Provinsi Maluku Utara juga siap menjadi lumbung jagung baru untuk kawasan Indonesia Timur. Untuk itu, pada tahun ini pemerintah kota Ternate, sudah menyiapkan lahan seluas 250 hektare yang akan digunakan untuk penanaman jagung sebagai bantuan dari Kementerian Pertanian.

Daniel Johan mengatakan, proyek tanaman jagung nantinya akan disebarkan ke para petani di semua kecamatan di Kota Ternate. “Selain lahan perlu juga disiapkan petani selaku pengelola dan nantinya jagung yang akan dihasilkan petani akan dibeli Bulog,” ujarnya.

Hal ini diakui langsung oleh Kepala Bulog, Najamuddin saat ditanya Daniel Johan mengenai persetujuan Bulog unttuk membeli hasil panen dari para petani. “Kami dari Bulog siap membeli hasil panen jagung. Ternate memiliki gudang dengan kapasitas 1 sampai 2 ton dan Halbar 8 ribu ton. Bulog siap untuk menampung hasil panen jagung yang diproduksi di Maluku Utara,” kata Najamuddin.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Ternate Abdillah mengaku, untuk kesiapannya baru sampai pada tingkat penyiapan Calon Petani Calon Lahan (CPCL). Menurutnya, bantuan dari Kementerian terkait dimaksudkan untuk mengembalikan kondisi ekonomi petani pasca El-nino yang berdampak dimana ribuan pohon milik petani mati.

Dalam kesempatan ini, Tim Komisi IV DPR melakukan tanya jawab dengan para petani. Sejumlah permasalahan petani di Kota Ternate yang diungkapkan diantaranya petani cengkih yang mengeluhkan tentang alat pengering cengkih yang sangat dibutuhkan, sebab sering mengalami kerugian saat panen yang berbarengan dengan musim hujan, sehingga cengkih cepat busuk.

Selain itu, mesin pencacah rumput, rumah kompos dan pelatihan pemasaran yang hingga kini masih sangat minim. Mendengar keluhan dari petani, anggota DPR berjanji  menyampaikan aspirasi  dan keluhan para petani tersebut ke pusat. (*)

Ikuti informasi terkait perikanan >> di sini <<

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *