Masyarakat Sipil Sulteng Bergerak Desak Pemerintah Benahi Koordinasi Penanganan Bencana Palu-Donggala

Kondisi kota Palu pasca bencana gempa dan tsunami (dok. jpp.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Kelompok Masyarakat Sipil yang tergabung dalam Posko Masyarakat Sipil Sulteng Bergerak mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah-langkah membenahi koordinasi penanganan bencana gempa dan tsunami yang melanda kawasan Donggala-Palu dan sekitarnya. Pihak Posko Masyarakat Sipil yang sejak tanggal 29 September lalu sudah bergerak merespons bencana menilai, masih banyak tantangan tanggap darurat yang harus dijawab khususnya oleh pemerintah.

Koordinator Posko Sulteng Bergerak Zenzi Suhadi mengatakan, posko bukan hanya dari organisasi masyarakat sipil yang terlibat, namun juga para relawan. “Posko ini menggalang dan menggerakkan relawan dari berbagai elemen masyarakat untuk bahu-membahu bersama-sama melakukan upaya tanggap darurat dengan berbagai upaya, mulai dari relawan yang mengkontribusikan tenaga, waktu hingga dana,” ujarnya dalam konferensi pers bersama di Jakarta, Minggu (7/10).

Posko ini sendiri terdiri dari beberapa lembaga seperti Relawan Sulteng Bergerak,¬†WALHI, Kemitraan, KPA, AMAN, Solidaritas Perempuan, YAPPIKA dan ActionAid. Kemudian ada pula Greenpeace Indonesia, HaRI Institute, Institut Hijau Indonesia, Auriga, NTFP, KIARA, KNTI, Bingkai Indonesia, JATAM, PWYP dan Sheep Indonesia. “Kesemua upaya ini digerakkan dengan nilai kemanusiaan dan harapan agar Sulteng dapat kembali bergerak, bangkit, pulih dengan kekuatan dan modal sosial yang ada,” tambah Zensi.

Zenzi menjelaskan, posko ini pada awalnya dibentuk untuk merespons dan menjawab tantangan tanggap darurat yang difokuskan pada empat hal yakni memobilisasi dukungan dari publik dalam dan luar negeri (relawan maupun dana), pencarian keluarga yang hilang/belum ditemukan, memberikan bantuan logistik, serta dalam konteks advokasi melihat bagaimana kebijakan penanggulangan bencana dapat implementatif di lapangan. Namun setelah

7 hari dalam proses penanganan tanggap bencana alam di Sulawesi Tengah yang dilakukan oleh Sulteng Bergerak, Koalisi masih menemukan beberapa persoalan mendasar dan tantangan dalam penanganan bencana oleh pemerintah.

“Antara lain saling lempar tugas antar institusi pemerintah dan belum sinergisnya penanganan bencana yang dilakukan oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah, yang berakibat pada lambannya respons dan penanganan yang diberikan kepada warga terdampak,” papar Zenzi.

Akibatnya, kebutuhan dasar para penyintas atas kebutuhan dasar belum terlayani dengan baik. Pencarian dan penyelamatan tidak berjalan pada masa golden time. “Kami juga melihat penanganan yang tidak teridentifikasi, distribusi bantuan yang terkendala dengan administrasi pemerintahan dan syarat-syarat administrasi seperti harus memiliki KTP,” tambah Zenzi.

Atas dasar temuan-temuan di lapangan tersebut, Posko Sulteng Bergerak ini memberikan beberapa rekomendasi kepada pemerintah. Pertama, pemerintah harus mengambil langkah-langkah percepatan penanganan bencana secara terintegrasi, guna menjangkau korban dan keluarga yang terdampak bencana. Kedua, pemerintah harus mengatasi persoalan-persoalan administrasi dalam penyaluran bantuan.

Ketiga, pemerintah lokal dapat berjalan efektif, sehingga mampu mengambil peran-perannya bagi upaya penanganan dan pemulihan. Keempat, negara hadir memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat, khususnya dalam upaya pemulihan dan membangun ekonomi dan jaminan keamanan aset penduduk terdampak. Kelima, mulai menentukan mekanisme penanganan Bencana yang inovatif berdasarkan kerentanan dan peluang di setiap daerah.

Keenam, mendesak pemerintah nasional dan daerah, serta pemberi bantuan untuk bergotong-royong bekerjasama dengan masyarakat sipil, terutama yang telah bergerak untuk bantuan kemanusiaan. Mengikutsertakan perwakilan masyarakat sipil dalam koordinasi nasional. Ketujuh, membantu para penyintas dan relawan dalam semangat gotong royong untuk membangun kembali Sulawesi Tengah

Atas dasar berbagai temuan Posko Sulteng Bergerak di lapangan, maka Posko Sulteng Bergerak kemudian membangun sebuah platform website http://sultengbergerak.com/ untuk menjawab beberapa persoalan yang ada di lapangan.

Platform http://sultengbergerak.com/ merupakan platform kolaboratif masyarakat (citizen platform) untuk manajemen informasi terkait bencana Gempa Bumi dan Tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

“Selain sebagai platform penyedia informasi, platform digital ini masyarakat dapat urun daya dan berkontribusi dalam membantu pencarian orang, memantau kebutuhan logistik, pemetaan terkait keadaan pasca bencana, dan informasi-informasi lain terkait Gempa dan Tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah,” pungkas Zenzi.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *