Mekanisme Regenerasi Petani Harus Dipikirkan

Generasi muda petani melakukan praktik tanam padi ramah lingkungan (villagerspost.com/rahmat adinata)
Generasi muda petani melakukan praktik tanam padi ramah lingkungan (villagerspost.com/rahmat adinata)

Jakarta, Villagerspost.com – Wakil Ketua Komisi IV DPR Herman Khaeron mengatakan, mekanisme regenerasi menjadi salah satu poin yang harus dipikirkan dalam menyusun Rancangan Undang-Undang Sistem Budidaya Tanaman. Herman menilai, dalam sistem budi daya tanaman, harus ada insentif yang cukup, untuk dijadikan sebagai trigger bagi generasi muda agar mau ikut berpartisipasi didalam usaha budidaya tanaman.

Jika tidak, masalah regerasi petani akan terus menjadi masalah bagi Indonesia ke depan. Apalagi saat ini tidak ada mekanisme regenerasi yang cukup baik. Herman merujuk pada hasil sensus pertanian tahun 2013 menyatakan ada penurunan jumlah keluarga petani sebesar 5 juta petani dalam setiap kurun waktu 10 tahun, yakni dari sebanyak 31 juta petani menjadi 26 juta petani.

“Kalau tersisa 26 juta petani, maka dalam waktu 50 tahun kedepan sudah tidak akan tersisa lagi. Mungkin juga telah digantikan oleh mesin-mesin, jika tidak ada mekanisme regenerasi yang tepat dalam mengurus petani,” kata Herman, saat memimpin Rapat Dengar Pendapat Umum dengan para pakar terkait RUU Sistem Budi Daya Tanaman, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (14/9).

Insentif yang memadai bagi petani dinilai sangat penting untuk diatur dalam RUU ini. Pasalnya, kata Herman, saat ini dalam memori generasi muda, masih memandang sosok petani sebagai pelaku budi daya tanaman, sama seperti pada era jaman penjajahan. Petani selalu diidentikkan dengan kemiskinan dan keterbelakangan.

Jika masalah ini tak terpecahkan, umur pertanian di Indonesia, mungkin tinggal 10 sampai 20 tahun saja karena tak ada lagi yang mau terjun ke profesi pertanian. Hal itu, saat ini sudah mulai terjadi di beberapa daerah. “Di Merauke, rata-rata tinggi rumputnya lebih tinggi dari tanaman padinya. Hal ini dikarenakan sudah tidak terurus dengan baik, satu orang menanggung beban untuk mengurus 8 hingga 10 hektare,” ucap Herman.

Herman mengatakan Komisi IV telah mendorong adanya mekanisasi kesana untuk mengatasi kurangnya tenaga kerja pertanian, tetapi masih tidak mampu untuk bisa menghilangkan serangan gulma. “Untuk menanam dan mengolah lahan mereka masih mampu, tetapi ada hal lain yang tidak bisa lepas dari kemampuan dan keberadaan seorang petani,” kata politisi dari F-Demokrat itu.

Setelah mendengar paparan yang disampaikan oleh para pakar dalam RDPU tersebut, Komisi IV DPR banyak melihat celah-celah yang selama ini masih menjadi kelemahan. Hal ini akan dijadikan bahan catatan penting saat akan membahas RUU Sistem Budi Daya Tanaman dengan mitra kerjanya di pemerintah. (*)

Ikuti informasi terkait regenerasi petani >> di sini <<

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *