Membangun Potensi Pangan di Beranda NKRI

Mentan Amran Sulaiman melaksanakan panen jagung (dok. kementerian pertanian)

Jakarta, Villagerspost.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, di tengah sorotan tajam media nasional tentang berbagai pekerjaan rumah yang menggelayuti Kementerian Pertanian untuk meraih ketahanan pangan nasional, ternyata ada sebuah harapan baru yang nyaris terlupakan oleh banyak pihak. Harapan baru itu adalah potensi besar yang tersebar di sejumlah daerah terdepan atau berbatasan langsung dengan negara tetangga.

“Di Kepulauan Riau, dahulu sering sekali masyarakat kita yang tinggal dekat dengan negara sebelah, selalu memenuhi kebutuhan pokok sehari-harinya dari negara tetangga. Apakah itu dengan cara legal atau ilegal. Dua tahun belakangan, situasinya perlahan mulai terbalik. Petani kita yang mulai menjual hasil produksinya ke negara tetangga,” ucap Amran, dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Senin (18/9).

Hal serupa terjadi di perbatasan Entikong, Kalimantan Barat, dan Papua. Agustus lalu, terang Amran, tiga negara di Pasifik Selatan (Samoa, Vanuatu, dan Fiji), sudah melakukan kerja sama untuk impor beberapa komoditi dari Papua. “Kita sudah bangun sawah 10 hektare di Merauke dan akan ditambah lagi,” sambung Amran penuh optimis.

Di Kepulauan Riau, daerah Lingga juga sudah ditetapkan sebagai lumbung padi untuk siap ekspor. Di Belu, Nusa Tenggara Timur juga sudah dipersiapkan hal serupa untuk memenuhi kebutuhan negara tetangga, Timor Leste.

Perlahan tapi pasti, kebijakan yang ditempuh Kementan, sudah sejalan dengan program Nawacita dari Pemerintahan Jokowi dengan prioritas pembangunan dari pinggir. “Pengertian dari pinggir salah satunya adalah daerah perbatasan atau yang berada diberanda terdepan negara,” ujar Amran.

“Karena, citra daerah perbatasan kita selama ini banyak disoroti kesenjangan ekonomi dan kesejahteraannya secara mencolok dengan negara tetangga. Tak heran, penyelundupan kebutuhan pangan pokok acap kali terjadi,” tambahnya.

Kini, kata Amran, wajah perbatasan RI dengan negara tetangga sudah jauh berubah. “Pintu gerbang atau Pos Lintas Batas Negara sudah tertata rapi,” pungkas Amran. (*)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *