Mendag Minta Harga Gula Turun

Stok gula untuk keperluan operasi pasar pemerintah (dok. jatimprov.go.id)
Stok gula untuk keperluan operasi pasar pemerintah (dok. jatimprov.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meminta agar produsen gula bisa menurunkan harga gula hingga di angka Rp12.500 per kilogram sesuai ketentuan pemerintah. Enggar mengatakan, saat ini harga gula masih tinggi yaitu di angka Rp16.000 per kilogram.

“Saya minta mereka untuk menekan harganya sampai di konsumen 12.500 rupiah. Nanti akan dicap di kemasan, harga eceran tertinggi 12.500 rupiah,” kata Enggar, dalam siara pers yang diterima Villagerspost.com, Minggu (18/9).

Menurut Enggar untuk mencapai stabilitas harga, keseimbangan antara pasokan dan permintaan harus dijaga dengan prinsip pemberdayaan petani rakyat. “Tujuannya agar pembangunan ekonomi turut dirasakan oleh masyarakat banyak,” tuturnya.

Produsen gula, kata Enggar, harus dapat merangkul para petani tebu dengan pola kemitraan yang adil dan saling menguntungkan. Selain itu, dia juga meminta agar pengusaha tidak mengambil untuk terlalu besar.

Enggar menegaskan, harga yang ditetapkan pemerintah sudah memperhitungkan keuntungan untuk para pengusaha. “Sudah lah tidak usah ambil untung gede-gede karena saya tahu, dengan harga yang sudah ditetapkan pemerintah kalian sudah untung kan,” ujar Enggar.

Dia juga meminta agar agar pemerintah daerah turut serta membantu mengawasi jalannya pabrik gula agar semua terkoordinasi dengan baik. “Buat pejabat setempat, tolong diliatin pabriknya. Kalau ada main-main laporkan biar saya cabut izinnya,” ujar Enggar.

Selain meminta pengusaha patuh pada patokan harga dari pemerintah, Kementerian Perdagangan juga melakukan upaya lain untuk menurunkan harga gula. Salah satunya adalah dengan mengadakan operasi pasar. Pihak Kemendag menggandeng Induk Koperasi Kepolisian Indonesia (Inkoppol) dalam melakukan operasi pasar.

Hal itu dilakukan untuk menjamin keamanan berlangsung operasi pasar. Selama ini dikeluhkan, operasi pasar pemerintah sering diganggu oleh preman pasar. Enggar mengatakan, tak hanya untuk gula, Inkoppol bersama Bulog juga mendapat tugas memasik beras dan daging untuk menstabilkan harga.

“Yang penting adalah pola kerjasama dengan PD Pasar Jaya untuk menampung menyalurkan kepada pedagang kemudian menyalurkan kepada konsumen,” kata Enggar.

Dalam operasi pasar du Pasar Grogol, Minggu (18/9) misalnya, Inkoppol menjual gula seharga Rp12.500. Sementara harga gula pasaran masih di angka Rp16.000/kg.

Kepala Divisi Perdagangan dan Pergudangan Inkoppol, Irjen Pol (Purn) Mudji Waluyo mengatakan, operasi pasar untuk gula pasir itu, merupakan yang pertama kalinya untuk wilayah Jakarta setelah mendapatkan penugasan dari Kementerian Perdagangan. “Kita menjual gula pasir dalam operasi pasar hari ini Rp12.500/kilogram,” kata Mudji.

Dengan harga tersebut, kata dia, setiap penjual sudah mendapatkan keuntungan sebesar Rp500 per kilogram. Inkoppol sendiri memasok gula tersebut dengan harga Rp12.000 per kilogram. Mudji menjamin, stok gula pasir khususnya untuk wilayah DKI Jakarta yang dimiliki Inkoppol masih mencukupi sampai akhir Desember 2016 mendatang. “Kita punya 20 ribu ton gula, berarti kalau dirata-ratakan setiap hari siap 200 ton gula pasir,” pungkasnya.

Sebelumnya, Mendag Enggartiasto Lukita juga ikut memantau harga daging sapi yang juga masih sangat tingg. Dalam kunjungan ke Lampung Tengah, Sabtu (17/9), Enggar mengunjungi beberapa perusahaan penggemukan sapi. “Rata-rata harga daging sapi dan gula eceran nasional masih relatif tinggi, sehingga saya ingin mengecek sendiri ke lapangan, memantau kondisi pasokan dan harga komoditas sapi juga gula di daerah sentra produksi,” katanya.

Dalam kunjungannya, Mendag meninjau PT Adi Karya Gemilang dan PT Great Giant Livestock (PT GGL) di Kabupaten Lampung Tengah, PT Austasia Stockfeed di Kabupaten Lampung Timur, dan PT Pemuka Sakti Manis Indah (PT PSMI) di Kabupaten Way Kanan. Di lokasi pertama, PT Adi karya Gemilang, Mendag berdialog dengan pelaku usaha tentang produk pangan dan nonpangan yang berbahan  dasar singkong dan kelapa sawit, serta meninjau fasilitas di perusahaan tersebut.

Lokasi kedua yang dikunjungi Mendag adalah perusahaan penggemukan sapi PT GGL. Mendag meninjau fasilitas penggemukan sapi lalu berdialog dengan peternak binaan PT GGL. Mendag juga menyempatkan diri menghadiri acara pelepasan sapi indukan bunting untuk kelompok tani binaan PT GGL.

Di lokasi ketiga, PT Austasia Stockfeed, Mendag melakukan peninjauan untuk melihat kesiapan pelaku usaha untuk meningkatkan stok sapi  nasional. Mendag berharap dalam dua tahun ke depan program yang sedang dijalankan oleh PT Austasia Stockfeed dapat mewujudkan sapi wagyu 100 persen lokal.

Dalam kesempatan itu, Enggar juga meminta agar perusahaan bermitra dengan peternak rakyat. “Kalau mereka bermitra, maka perkembangan dan peningkatan produktivitas peternak rakyat terbantu, sehingga dapat berkontribusi lebih baik dalam memenuhi kebutuhan daging sapi di Indonesia,” ujarnya. (*)

Ikuti informasi terkait komoditas gula >> di sini <<

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *