Mendes PDTT Minta DAK Diutamakan Untuk Konektivitas Daerah Tertinggal

Pembangunan infrastruktur jalan di pedesaan (dok. pemkab bantul)

Jakarta, Villagerspost.com – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo meminta agar Dana Alokasi Khusus (DAK) diutamakan untuk membangun konektivitas daerah tertinggal. Dia mengatakan, saat ini, jalan desa sudah baik, namun masih banyak jalan kabupaten dan jalan provinsi yang rusak.

“Kita harus berjuang agar ada alokasi DAK ke daerah untuk membentuk konektivitas, membantu mengurangi biaya masyarakat di daerah transmigrasi, perbatasan, dan daerah tertinggal,” kata Eko, saat memberikan arahan pada Rapat Koordinasi Nasional Penyusunan Rencana Kegiatan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Afirmasi Bidang Transportasi tahun 2019 di Jakarta, Rabu (21/11).

Lebih spesifik, Eko mengarahkan, agar DAK digunakan untuk menunjang aktivitas sektor produksi. Jika konektivitas tersebut terpenuhi, menurutnya akan mempermudah sektor produksi dalam mengakses pasar sehingga dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) setempat.

“Saya harap DAK dapat dialokasikan ke daerah yang benar-benar bisa menunjang sektor produksi. Dengan diperbaikinya konektivitas, aktivitas ekonomi akan meningkat. Karena produksinya sudah ada,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengarahkan agar DAK dapat digunakan untuk menunjang sektor pariwisata. Menurutnya, sektor pariwisata akan menjadi alternatif saat terjadinya penurunan penyerapan tenaga kerja di bidang pertanian. Terlebih, mayoritas masyarakat perdesaan dan daerah tertinggal bekerja di sektor pertanian.

“Sektor pertanian menggunakan mekanisasi secara bertahap agar produksinya bertambah. Sepuluh tahun lalu masih ada yang membajak (sawah) pakai kerbau. Kalau sekarang sudah tidak ekonomis lagi. Mulai membajak menggunakan hand-traktor, sebentar lagi tidak ekonomis lagi. Nah, untuk menampung pekerja yang begitu banyak dari sektor pertanian, kalau mereka tidak bisa diserap sektor pertanian lagi, maka ada sektor pariwisata,” terangnya.

Eko mengakui, mayoritas angkatan kerja di desa hanya lulusan SD/SMP. Hal tersebut menyulitkan masyarakat desa untuk bisa bekerja di sektor industri. Untuk itu menurutnya, sektor pariwisata adalah sektor yang cocok untuk menggantikan sektor pertanian yang selama ini memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat perdesaan.

“Banyak juga BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) yang bergerak di sektor pariwisata, yang membayar pajaknya saja lebih besar dari dana desa yang mereka peroleh. Nah, minta tolong DAK agar bisa digunakan untuk men-support sektor-sektor pariwisata. Banyak juga daerah terluar yang infrastrukturnya belum ada. Jadi tolong DAK digunakan untuk konektivitas mereka,” pungkasnya.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *