Menghidupkan Kembali Jagung Pulut di Pulau Sumba

Jagung pulut, jagung dengan tekstur lenget dan pulen seperti ketan (dok. villagerspost.com/rahmat adinata)
Jagung pulut, jagung dengan tekstur lenget dan pulen seperti ketan (dok. villagerspost.com/rahmat adinata)

Sumba Barat Daya, Villagerspost.com – Bibit jagung lokal jenis pulut (ketan) sudah sangat jarang ditemui di Pulau Sumba, padahal 10 tahun silam jenis jagung ini masih cukup lumayan banyak dibudidayakan oleh para petani. Andaikan sekarang ada itupun relatif sedikit saja.

Ini ditengarai sebagai dampak dari banyaknya bibit jagung hibrida yang ditanam petani. Akibatnya, bibit lokal tergeser menuju kepunahan. Kepunahan jagung pulut inilah yang saat ini ingin dicegah oleh komunitas Uma Peghe, Desa Tanjung Karoso, Kodi, Sumba Barat Daya.

Komunitas Uma Peghe, hari ini, Jumat (2/12) akan mencoba menghidupkan kembali budidaya jagung pulut di Sumba. “Kami sekarang dengan komunitas Uma Peghe dari desa Tanjung Karoso, Kodi sedang mengembangkan atau membangkitkan bibit jagung lokal agar bisa kembali jaya. Ini hasil demo plot Pertanian Konsevasi di Kabupaten Sumba Barat Daya. Kerjasama FAO dan YPK Donders. Sebab bibit sebagai kunci bagi petani,” kata Sulis Seda dari YPK Donders kepada Villagerspost.com.

Jagung pulut dalam kondisi sudah terpipil (dok. villagerspost.com/rahmat adinata)
Jagung pulut dalam kondisi sudah terpipil (dok. villagerspost.com/rahmat adinata)

Jagung pulut atau jagung ketan (Zea mays ceritina Kulesh) adalah varietas jagung yang memiliki karakter khusus yaitu bijinya bersifat lengket seperti ketan setelah direbus, namun rasanya pulen seperti nasi. Di Sumba, jagung ini biasa dikonsumsi bersama kacang goreng sebagai penganan jajanan.

Sifat pulen dan lengket seperti ketan pada jagung ini karena tingginya kandungan kandungan amilopektin, salah satu senyawa penyusun pati (tepung). Secara fisik, jagung pulut memiliki ciri warna agak kusam namun mengkilat seperti liin karenanya adanya gen homozigot waxy (wx). Karena itu jagung ini juga sering disebut jagung lilin.

Jagung pulut dalam kondisi terbungkus klobot atau kulit jagung (dok. villagerspost.com/rahmat adinata)
Jagung pulut dalam kondisi terbungkus klobot atau kulit jagung (dok. villagerspost.com/rahmat adinata)

Jagung ini juga memiliki khasiat bagi kesehatan. Para penderita diabetes dapat mengkonsumsi jagung ini untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat karena karbohidrat jagung pulut tidak tercerna sempurna menjadi glukosa (gula). Hanya saja jagung ini juga tak cocok bagi mereka penderita masalah lambung karena mengandung amilopektin yang tinggi.

Direktur YPK Donders Pater Mike M Keraf mengatakan, bibit jagung lokal in harus diselamatkan di Bumi Marapu ini. “Agar petani ke depan tidak dibuat ketergantungan. Jagung hibrida kan untuk pakan ternak, sedang jagung lokal khusus untuk persediaan pangan bagi warga,” kata Pater Mike.

Laporan/Foto: Rahmat Adinata, Anggota Gerakan Petani Nusantara, Sumba Timur, NTT

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *