Mentan Panen Padi Varietas Unggul di Kalbar

Ilustrasi panen raya padi (dok kabupaten pati)

Jakarta, Villagerspost.com – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menghadiri acara panen raya padi varietas unggul baru (VUB) Inpari 32 yang dilaksanakan di Desa Kecurit, Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Minggu (12/9). Padi varian unggul tersebut mampu menghasilkan panen mencapai 7,2 ton/hektare.

Dalam kesempatan tersebut, Syahrul mengatakan, Kabupaten Mempawah adalah kabupaten strategis yang memiliki kontur tanah subur dan berpotensi meningkatkan produksi nasional di atas angka rata-rata. Bahkan di sana terdapat dukungan air yang melimpah serta posisi pintu ekspor yang sangat terbuka lebar.

“Dan saya yakin lahan disini adalah yang menemukan sumber ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Tanaman pangan menjanjikan, perkebunan menjanjikan dan tentu saja ekspor juga sangat menjanjikan,” ujar Syahrul.

Dia menambahkan, penggunaan varietas unggul baru tersebut harus bisa dimanfaatkan petani untuk mendukung panen raya diatas 3 kali dalam semusim. Apalagi pertanian saat ini bukan lagi menggunakan metode lama yang akrab dengan cangkul dan lumpur.

“Tadi ada permintaan untuk traktor kita kasih dan alat mesin pertanian lain juga kita kasih. Tapi yang paling penting dari semua ini adalah mengkorporasikan semua komponen menjadi kekuatan ekonomi yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

“Saya bersama pak Wagub mencoba mengoptimalisasi apa yang ada, mulai dari menata budidaya, memetik dan mengolah. Saya selaku Mentan harus bisa mensuportnya dan menemukan berbagai potensi yang ada. Termasuk hasil panen padi yang memuaskan,” ujar Syahrul, yang juga didampingi Wakil Gubernur Kalbar Ria Norsan.

Semantara itu, Anggota Komisi IV Maria Lestari mengungkapkan bahwa kerja keras jajaran Kementan dalam menyediakan pangan patut mendapat apresiasi dari semua pihak, terutama setelah Indonesia mampu keluar dari zona merah krisis berkepanjangan melalui sektor pertanian.

“Pangan adalah isu strategis bagi negara berkembang seperti Indonesia. Perhatian pada aspek ketahanan pangan sangat penting apalagi disaat pandemi ini, hanya sektor pertanian yang diunggulkan. Selain itu prioritas perbaikan ketahanan pangan adalah fokus utama kita dan harus jadi perhatian bersama,” ujarnya.

Apresiasi juga diberikan oleh Anggota Komisi IV DPR Yessy Melania. Ia berharap dukungan dan bantuan pemerintah mampu menjadikan Kalimantan Barat sebagai Provinsi lumbung pangan nasional.

“Kehadiran Pak Menteri luar biasa dan ini bentuk kehadiran negara di Kalbar. Tentu harus ada dukungan moril dari semua pihak, jangan sampai negara kita lapar di tengah pandemi,” tegasnya.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *