Mentan: Penyuluh “Kopassus”-nya Kementan

Penyuluh pertanian melakukan pendampingan (dok. id.wikipedia.org)

Jakarta, Villagerspost.com – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, penyuluh adalah garda terdepan dalam peningkatan produksi dan produktivitas komoditas yang berdaya saing guna mewujudkan pencapaian swasembada pangan dan penerapan teknologi pertanian yang modern. “Oleh karena itu, bagaimanakah pertanian itu bisa baik, salah satu penentu utamanya adalah penyuluh. Kalian itu penting banget,” kata Syahrul, pada acara Pembukaan Sertifikasi Kompetensi Penyuluh Pertanian THL-TBPP di Polbangtan Gowa, Senin (2/8).

Jika diibaratkan, ujar dia, penyuluh pertanian adalah kopassus, atau tim khusus penembak jitu Kementerian Pertanian (Kementan). “Jadi penyuluh itu nggak main-main,” tambahnya.

Syahrul menegaskan, dalam mendukung program dan kegiatan pertanian, Kementan juga mengupayakan pengangkatan Tenaga Harian Lepas-Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) menjadi Aparatur Sipil Negara-Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (ASN PPPK).

Diharapkan, penyuluh juga dapat memiliki sertifikasi kompetensi pertanian meliputi kemampuan frame akademik intelektual bidang pertanian baik dari pembelajaran formal maupun di lapangan hingga kemampuan tentang tata kelola pertanian mulai dari hulu hingga hilir.

“Jadi ilmu pertanian penyuluh harus lengkap. Kalian harus kuasai regulasi, harus menguasai dengan siapa harus berkoordinasi, harus menguasai bagaimana mentransfer ilmu pengetahuan termasuk informasi yang tepat kepada petani, bagaimana melakukan efisiensi dan tata kelola budget, intervensi modal yang ada untuk menghasilkan profit yang diharapkan dan bagaimana memitrakan petani dengan petani sendiri dan kelompok tani termasuk memitrakan dengan bank dan market place bahkan ekspor yang ada,” paparnya.

Syahrul juga menegaskan, dia akan terus mengawal tugas penting para penyuluh pertanian dengan melakukan komunikasi dengan penyuluh untuk mengetahui kondisi terbaru di lapangan secara rutin melalui Agriculture War Room (AWR) sehingga penyuluh juga didorong melek akan teknologi dan sosial media yang ada saat ini.

“Penyuluh itu pendamping petani, sumber informasi petani jadi jika penyuluh banyakan di kota daripada di desa maka rusak ini karena penyuluh harusnya di desa membimbing petani, penyuluh adalah komunikator, penyuluh itu integrator, penyuluh adalah motivator, penyuluh adalah organisator, penyuluh adalah dinamisator. Ini terus saya pantau,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi THL-TBPP, Gunadi mengatakan, perjuangan THL-TBPP untuk menjadi ASN sudah sangat lama. “Alhamdulillah perjuangan tersebut berhasil mencapai puncaknya. Terbukti dengan pengangkatan THL-TBPP lingkup Kementan menjadi ASN PPPK,” ujarnya.

“Pengangkatan tersebut bukan hanya bermanfaat bagi THL-TBPP saja tapi juga bagi keluarga dan bagi petani yang sudah dibina,” pungkasnya.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *