Mentan: Stok Pangan Hingga Idul Fitri Aman

Pedagang berjualan bahan pangan di pasar (dok. sumabprov.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Stok pangan untuk kebutuhan Ramadan hingga Idul Fitri dipastikan aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Menteri Pertanian Amran Sulaiman dalam Rapat Koordinasi lintas sektoral di Mabes Polri, Selasa (5/6). Rapat ini digelar dalam rangka kesiapan pengamanan Idul Fitri 1439 H, khususnya masalah pangan menjadi perhatian utama.

Rapat dipimpin oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan dihadiri oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Hadir pula Menteri Kesehatan Nila J Moeloek, Direktur Utama Bulog Budi Waseso, Plt Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati, Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kurnia Toha, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Budi Setiadi, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna dan jajaran pejabat Polri.

Amran menegaskan, pihaknya telah menyiapkan stok pangan sejak 3 bulan sebelum bulan Ramadan sebanyak 20 sampai 30 persen sehingga stok pangan pun dapat dipastikan aman hingga setelah Lebaran. “Stok pangan sudah disiapkan 3 bulan sebelum Ramadhan sebanyak 20-30 persen. Mulai penyediaan stok ayam dan telur. Kita sudah ekspor 2 komoditas ini, tembus ke Jepang. Ini merupakan sejarah baru kita raih,” tegas Amran.

Amran menegaskan pasokan pokok lainnya hingga Idul Fitri seperti beras, daging sapi, cabai besar rawit, bawang merah, daging ayam dan telur cukup. Dia menegaskan, dulu bawang merah selalu diimpor dari Thailand, tapi kini Indonesia sudah mengekspor ke enam negara. Demikian juga ayam sudah diekspor ke Jepang, Papua Nugini, Timor Leste dan Malaysia, Singapore

“Namun persoalan bawang merah terkadang harganya di lapangan Rp10 ribu per kg dan di pasar Rp36 ribu per kg. Ini masalah distribusi sehingga terjadi anomali pasar,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Amran, pasokan minyak goreng dan jagung pun dijamin lebih dari cukup. Sebab, Indonesia sebagai penghasil CPO sebanyak 28 juta per tahun, kebutuhan hanya 4 juta ton, sehingga kita ekspor 24 juta ton. Untuk jagung, ekspor sudah mencapai 300 ribu ton ke enam negara.

“Stok lainya seperti beras hari ini 1,5 juta ton. Daging sapi sudah disiapkan dari awal dan gula pasir 2 minggu ke depan dipastikan stabil. Bahkan sesudah idul fitri dipastikan stabil. Jadi komoditas pangan strategis aman dan cukup,” terangnya.

Dalam kesmepatan itu, Kepala Kepolisian RI Jenderal Polisi Tito Karnavian menjelaskan soal pangan menjadi perhatian bersama dalam rapat tersebut. Sebab ini akan berpengaruh terhadap dampak ekonomi sejalan dengan meningkatnya permintaan ketika Idul Fitri.

“Stok pangan kita aman. Masalah yang diwaspadai distribusi. Jadi jajaran polri yaitu satgas pangan dan inteligen dimonitor setiap hari. Begitu ada kenaikan segera koordinasi dengan pihak yang punya otoritas suplai,” katanya.

Dia meminta agar setiap hari ada koordinasi agar suplai cukup untuk di semua daerah. “Lakukan monitoring setiap hari, ketika ada kenaikan cek semua penyebabnya sampai ditemukan masalahnya. Yang perlu diwaspadai bagi para Kapolda dan Kapolres adanya penimbun stok pangan. Ini yang harus benar-benar ditindak,” pungkas Tito.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *