Menteri LHK Canangkan Kebangkitan Industri Perkayuan Nasional | Villagerspost.com

Menteri LHK Canangkan Kebangkitan Industri Perkayuan Nasional

Kayu tersertifikasi. pemerintah wajibkan svlk dalam pengadaan barang dan jasa (dok. kemenperin.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mencanangkan “Kebangkitan Industri Perkayuan Nasional Untuk Kesejahteraan Masyarakat”. Pencanangan tersebut dilaksanakan di di Desa Wonorejo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah, Selasa (29/1).

“Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah, untuk meningkatkan peran masyarakat dalam rangka pembangunan hutan di Indonesia, termasuk dalam penyediaan bahan baku kayu bagi industri perkayuan,” kata Siti Nurbaya.

Pencanangan itu sendiri menandai peran penting dan strategis industri perkayuan yang didukung oleh peningkatan produktivitas Hutan Alam, Hutan Tanaman dan Hutan Rakyat. Pencanangan itu juga sebagai kelanjutan dari semangat Kebangkitan Hutan Alam Indonesia melalui Silvikultur Intensif (SILIN) pada minggu lalu di Jakarta.

Dalam rangka peningkatan dan pemberdayaan partisipasi masyarakat di sektor kehutanan, dalam kesempatan tersebut dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) kerjasama, antara PT Kayu Lapis Indonesia (KLI) dengan Kelompok Hutan Rakyat. Pada acara tersebut juga dilakukan penyerahan sertifikat SVLK untuk 3 UMKM, penyerahan bantuan pemberdayaan masyarakat berupa 30 ekor kambing, penyerahan bantuan peralatan pertukangan, serta bantuan 10.000 bibit produktif untuk Hutan Rakyat

Siti Nurbaya memaparkan, dalam empat tahun terakhir, suplai bahan baku kayu untuk industri perkayuan yang berasal dari hutan alam semakin menurun, yang ditunjukan oleh data pada tahun 2015 sebesar 8,3 juta m3, sedangkan pada tahun 2018 sebesar 5,7 juta. Sementara itu suplai bahan baku kayu dari hutan tanaman dan hutan rakyat semakin meningkat dari sebesar 37,3 juta m3 pada tahun 2015 meningkat menjadi sebesar 46,6 juta m3 pada tahun 2018. Secara khusus pasokan bahan baku dari hutan rakyat meningkat dari 4,8 juta m3 pada tahun 2015 meningkat menjadi sebesar 6,2 juta m3 pada tahun 2018.

“Dari data tersebut menunjukan bahwa, hutan tanaman dan hutan rakyat memegang peran sangat penting, dalam mendukung jaminan pasokan bahan baku kayu bagi industri perkayuan nasional,” jelas Siti.

Melalui kegiatan ini, Siti berharap akan terbangun sinergitas yang kuat dari semua pihak, dalam mendukung kebangkitan industri perkayuan nasional untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Siti Nurbaya juga terus mendorong implementasi SVLK. Pihaknya menegaskan, proses SVLK tidak boleh menyulitkan perusahaan. Dengan diterapkannya SVLK, maka kayu Indonesia tidak dapat diklaim oleh negara lain.

“Kita harus bilang ini kayu legal dari Indonesia. Kita harus jaga Indonesia untuk rakyat kita sendiri. Untuk SVLK, saya pesan, jangan menyusahkan dunia usaha,” tegasnya.

Siti Nurbaya juga mengimbau, kayu rakyat dapat dikelola selayaknya manajemen perusahaan. Pihaknya juga meminta PT KLI melakukan transfer manajemen melalui pelatihan-pelatihan.

“Sudah seharusnya kayu-kayu rakyat juga dapat dikelola dengan manajemen sekelas perusahaan sehingga bisa produktif. Bukan hanya memberikan penghasilan bagi keluarga, tetapi juga membangun ekonomi domestik di tempatnya masing-masing. Saya juga titip, PT KLI lakukan transfer manajemen, jadi ada pelatihannya,” pungkasnya.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *