Muhaimin Minta Pemerintah Jaga Ketercukupan Bahan Pangan Jelang Idul Fitri

Pedagang berjualan bahan pangan di pasar (dok. sumabprov.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Kelangkaan dan kenaikan harga pangan pada bulan puasa dan jelang Hari Raya Idul Fitri seolah menjadi siklus tahunan yang tak pernah tertangani dengan tuntas. Karenanya, Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar mendesak pemerintah untuk memastikan ketercukupan pasokan bahan makanan di seluruh daerah Indonesia.

Muhaimin juga meminta agar pemangku kepentingan memastikan jalur distribusi yang memadai dan terjangkau, sehingga bisa memangkas biaya logistik yang muaranya adalah keterjangkauan daya beli masyarakat. “Soal ketersediaan pangan dan aksesibilitas bahan pangan ini adalah kunci,” tegasnya, dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Rabu (28/4).

Dia menegaskan, di setiap momen Idul Fitri, kenaikan harga-harga seolah menjadi menu wajib maka di situlah negara harus hadir. Negara, kata Muhaimin, harus mampu melakukan pemberdayaan sistem pasar serta mekanisme pemasaran yang efektif dan efisien, yang disempurnakan melalui kebijakan tata niaga.

“Intervensi negara dalam hal distribusi pangan pokok masih relevan untuk melindungi konsumen dari melambungnya harga-harga yang kadang tak terkendali,” kata Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Muhaimin mengingatkan, buruknya tata kelola pangan inilah yang ditengarai menjadi sebab utama impor beberapa kebutuhan bahan pangan dan melonjaknya harga-harga karena dikendalikan segelintir pemain.

Karena itu menurutnya, ke depan harus ada tindakan cepat dan terobosan yang harus diambil pemerintah untuk melakukan reformasi tata kelola pangan secara keseluruhan. Langkah nyata, komprehensif dan mendasar diperlukan untuk mengatasi carut-marut persoalan pangan di Indonesia.

“Pemerintah harus segera melakukan listing terhadap seluruh perangkat perundang-undangan yang berkaitan dengan pangan dan kemudian dilihat bagaimana kerangka eksekusinya untuk selanjutnya dibuat roadmap yang jelas,” tegasnya.

Dalam pandangan Muhaimin, salah satu penyebab tidak efektifnya berbagai instrumen kebijakan untuk menjaga fluktuasi harga bahan pangan adalah buruknya tata kelola kelembagaan pangan. Desain tata kelola kelembagaan ini mutlak diperlukan untuk menunjang kerangka dasar ketahanan pangan Indonesia.

“Kelembagaan di sini adalah sebuah aturan main yang diikuti dan ditegakkan secara baik,” pungkas Muhaimin.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published.