Munas Gerakan Petani Nusantara: Petani Itu Pahlawan Bangsa | Villagerspost.com

Munas Gerakan Petani Nusantara: Petani Itu Pahlawan Bangsa

Ketua Gerakan Petani Nusantara (GPN) Hermanu Triwidodo bersama para sesepuh GPN di acara Munas GPN Kedua di Ponorogo (dok. gerakan petani nusantara/firdaus)

Ponorogo, Villagerspost.com – Petani sejatinya adalah pahlawan bangsa, meski selama ini bangsa ini sendiri tak pernah secara tegas mengakuinya. Hal itu disampaikan Kepala Desa Karanggebang, Kecamatan Jetis, Ponorogo, Jawa Timur Abdul Basyid, S.Ag, dalam acara pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Gerakan Petani Nusantara, hari ini, Jumat (22/2).

“Kalau kita ingat jaman sekolah dulu, kita diajarkan untuk mengenal para pahlawan. sayangnya tak satupun pahlwan itu dikatakan sebagai petani. Padahal petani merupakan pahlawan sesungguhnya yang sudah seharusnya mendapat perlindungan dan pendampingan yang memadai,” ujarnya.

Meski begitu, Abdul Basyid menegaskan, dia merasa sangat bangga kepada petani walaupun sampai saat ini belum ada perlindungan yang kuat bagi petani. “Masyarakat saya sebagian besar adalah petani,” tegasnya.

Abdul Basyid juga menyatakan rasa syukurnya, Munas GPN kedua ini dilaksanakan di desanya. Digelarnya kegiatan munas GPN di desanya ini dinilai sangat penting bagi terutama petani setempat.

“Karena kami yakin ada banyak ilmu dan pengalaman yang dapat didapatkan dari para petani lainnya dari luar daerah.┬áDengan Munas ini diharapkan petani diseluruh nusantara mampu saling menguatkan satu sama lain,” ujarnya.

Kesenian Reog khas Ponorogo ikut meramaikan acara pembukaan Munas Kedua GPN (dok. gerakan petani nusantara/firdaus)

Sementara itu dalam sambutannya saat membuka acara Munas GPN, Ketua Umum GPN Hermanu Triwidodo mengatakan,di tengah situasi yang ‘panas’ akhir akhir ini yang berujung pada perpecahan masyarakat, petani haruslah menjadi pemersatu bangsa.

“Petani harus menjadi aktor penting penjaga kekokohan bangsa. Dengan semua welas asih yang dimilikinya, petani dapat menjadi pereda ketegangan dan perpecahan,” ujar Hermanu.

Oleh karenanya GPN terus berupaya memupuk tali persaudaraan dan silaturahmi dengan semua petani di nusantara dengan terus menanamkan nilai gotong royong sambung keperluan.

Hermanu menegaskan, dengan persaudaraan yang kuat di antara petani dengan saling berbagi dan menjaga satu sama lain, tidak hanya memudahkan proses peningkatan produksi namun lebih jauh mudah untuk mencapai kemuliaan dan kedaulatan petani.

“Ini lah cita cita GPN yang sesungguhnya,” tegas Hermanu, di hadapan 200-an orang petani yang hadir yang merupakan perwakilan dari provinsi Jawa Tengah, Jawa Barat, DIY, Jawa Timur dan NTB.

Dalam mencapai cita citanya tersebut, GPN percaya bahwa perlu diperkuat munculnya petani muda sebagai pemimpin petani masa depan. “Petani muda akan jadi harapan dan tumpuan pembangunan pertanian dan Indonesia kedepan,” ujar Hermanu.

“Bersatunya petani merupakan syarat utama kokohnya bangsa. hal ini sesui semboyan di GPN, yaitu jangan berharap pada negara, tapi terus berkarya untuk bangsa dan negara” pungkas Hermanu.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *