Musim Hujan, Tambak Garam Jadi Tambak Udang | Villagerspost.com

Musim Hujan, Tambak Garam Jadi Tambak Udang

Petambak garam mengangkut hasil panen (dok. kkp.go.id)

Petambak garam mengangkut hasil panen (dok. kkp.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Para petani garam di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur mengubah lahan-lahan garam milik mereka menjadi tambak udang. Alih fungsi lahan ini dilakukan demi bisa bertahan hidup selama musim penghujan berlangsung. Peralihan terjadi karena petambak tak bisa memproduksi garam akibat curah hujan yang tinggi.

“Kami (petani garam-red) selama musim penghujan tidak bisa memproduksi garam, jadi untuk penuhi kebutuhan hidup ya alih fungsi dulu menjadi tambak udang,” kata ahmad, salah seorang petani garam di Pamekasan, Minggu (21/2) seperti dikutip kkpnews.kkp.go.id.

(Baca Juga, DPR: Perhatikan Petani Garam)

Terkait adanya pengalihan fungsi lahan ini, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pemkab Pamekasan Nurul Widiastuti mengatakan, sebagian petani garam di kabupaten ini memanfaatkan lahannya menjadi tambak ikan atau udang, meskipun belum sepenuhnya bisa membantu secara ekonomi, karena hasilnya hanya untuk konsumsi pribadi.

“Pemeliharaannya tidak menggunakan pakan atau tradisional, jadi bibit ditanam dibiarkan saja mengandalkan lumut, mengandalkan plankton yang sudah ada, tujuan mereka memang sudah tidak lagi komersil, biasanya digunakan untuk konsumsi sendiri apabila tidak musim ikan atau tidak punya uang, jadi tidak original komersil,” terangnya.

Namun demikian, secara perlahan, DKP Pamekasan berencana untuk mengarahkan para petani garam untuk memanfaatkan secara maksimal, lahan tambak yang tidak dapat memproduksi garam menjadi tambak ikan atau udang. Tujuannya agar dapat memberikan tambahan pendapatan kepada para petani garam.

“Kami akan memberikan pengarahan kepada mereka untuk bisa memaksimal lahan garam yang dialih fungsikan menjadi tambak udang tersebut,” ujar Nurul.

Rencana ini akan diawali dengan melakukan identifikasi terhadap para petani garam yang bersedia berbudidaya secara ekonomis. Diharapkan hasilnya dapat digunakan sebagai modal para petani saat memasuki musim kemarau dan menyisihkan sedikit hasil garamnya untuk usaha tambak ikan atau udang saat memasuki musim penghujan. (*)

Ikuti informasi terkait petani garam >> di sini <<

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *