Nelayan Bunaken Lepasliarkan Penyu Yang Tak Sengaja Terjaring

Nelayan Bunaken bersama petugas patroli TN Bunaken melepasliarkan penyu hijau yang tak sengaja terjerat jaring ikan (dok. villagerspost.com/eko handoyo)

Bunaken, Villagerspost.com – Nelayan Bunaken melepasliarkan seekor penyu yang tak sengaja tertangkap dalam jaring ikan miliknya, di kawasan perairan penyangga kawasan Taman Nasional Bunaken, Sabtu (21/7). “Ketika kami menemukan ada penyu terjerat di jaring, kami memang sudah berencana akan langsung melepasliarkan kembali ke alam, namun keburu tim patroli datang,” kata nelayan bernama Alex tersebut, kepada Villagerspost.com.

Pihak tim patroli TN Bunaken memang segera meluncur ke arah perahu milik Alex begitu melihat ada penyu yang terjerat dalam jaring ikan nelayan. Kebetulan petugas patroli TN Bunaken memang tengah berpatroli di kawasan tersebut untuk menjaga agar tak ada nelayan yang menjaring ikan di zona larangan tangkap.

Perahu milik Alex ternyata kedapatan menjaring ikan di kawasan yang diperuntukkan untuk wisata penyelaman di area Tanjung Kelapa Desa Poopoh, Resort Poopoh-SPTNW II. Petugas segera menghampiri perahu Alex untuk melakukan pemeriksaan dan mengarahkan agar Alex berpindah ke lokasi lain di zona tradisional.

Saat itulah, tim patroli melihat terdapat penyu terjerat dalam jaring nelayan. Selanjutnya bersama nelayan tersebut dan penyu tadi dibawa ke darat untuk identifikasi jenis penyunya serta menyampaikan sosialisasi kepada nelayan tentang peran penting satwa diperiaran dan perlindungannya.

Alex, nelayan Bunaken bersama rekannya melepaskan penyu yang tak sengaja tertangkap dari jaring ikan miliknya (dok. villagerspost.com/eko handoyo)

Tim patroli selanjutnya menyampaikan, agar Alex dan nelayan lainnya saat dilain waktu menemukan kejadian serupa, yaitu ketika jaringnya menjerat penyu, agar langsung melepasliarkan kembali ke alam. “Atau nelayan bisa menghubungi petugas, jika ditemukan unsur kesengajaan menangkap penyu untuk dikonsumsi atau diperjual belikan,” ujar Ketua Tim Patroli Hasan Sahri.

Setelah melepaskan penyu dari jaring, bersama nelayan, petugas patroli pun melepaskan kembali penyu yang setelah diitentifikasi diketahui merupakan penyu hijau (Celonia mydas) itu ke habitatnya di alam.

Petugas mencatat keterangan nelayan sekaligus melakukan pendataan penyu yang tertangkap dan memberikan penyuluhan (dok. villagerspost.com/eko handoyo)

Penyu yang tertangkap itu memiliki ukuran panjang 50 cm, lebar 40 cm. Penyu merupakan satwa dilindungi berdasarkan undang-undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya dan Peraturan Pemerintah nomor 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.

Selama tahun 2018 ini diperairan wilayah bagian selatan Taman Nasional Bunaken-SPTN Wilayah II, tercatat 5 ekor penyu yang dilepasliarkan kembali ke alam akibat terperangkap dalam jaring nelayan dan itu atas inisiatif sendiri masyarakat melaporkan ke petugas. “Demikian pula pada temuan kali ini pengakuan dari nelayan akan melepasliarkan begitu mengetahui ada penyu yang terjerat pada jaring,” jelas Hasan.

“Jika kami lihat, hal ini menunjukkan ada pemahaman dan kesadaran masyarakat untuk tidak menangkap satwa dilindungi seperti penyu. Namun bukan berarti sudah tidak ada lagi penangkapan penyu, untuk itu patroli pemantauan harus tetap dilakukan untuk meminimalisir kegiatan penangkapan satwa dilindungi di kawasan TN Bunaken,” tutup Hasan.

Laporan/Foto: Eko Wahyu Handoyo, S.Hut, PEH Pada Balai Taman Nasional Bunaken, Jurnalis Warga untuk Villagerspost.com

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *