Nelayan Desak Reklamasi Pantai Losari Dihentikan

Aktivis dan nelayan menolak reklamasi pantai Losari, Makassar (dok. change.org)

Jakarta, Villagerspost.com – Masyarakat nelayan dari Palau Lae-lae bersama para aktivis lingkungan dari Wahana Laingkungan Hidup Indonesia mendesak agar reklamasi pantai Losari, Makassar, dihentikan. Desakan itu disampaikan saat kunjungan Komisi IV DPR ke kawasan Pantai Losari, Jumat (31/3) lalu. Para nelayan menegaskan, reklamasi di kawasan Pantai Losari telah merusak mata pencaharian mereka sebagai nelayan.

“Jangan menyebut pengerukan di Takalar saja. Pulau Gusung sudah hampir habis pasir putihnya kalian keruk, di sana tinggal batu semua. Jangan bohongi publik,” teriak Agus, Ketua Karang Taruna Pulau Lae-lae.

Sementara itu, Kepala Departemen Advokasi dan Kampanye Walhi Sulsel Muhammad Al Amin menyampaikan agar proyek reklamasi kawasan Pantai Losari disegel dan dihentikan karena telah merusak ekositem laut dikawasan tersebut dan sekitarnya.

Menanggapi tuntutan tersebut, Wakil Ketua Komisi IV DPR Herman Khaeron menyampaikan, Komisi IV DPR akan menunggu hasil kajian Tim teknis dari KKP dan KLH terkait reklamasi di kawasan Pantai Losari tersebut. “Kita akan tunggu hasil analisis Tim Teknis KKP dan LHK terkait dengan reklamasi di kawasan Pantai Losari, apakah sudah sesuai dengan perundangan, amdalnya sudah terpenuhi serta aspek ekosistem, hasilnya kami tunggu paling lambat satu bulan ke depan,” ujar Herman.

Lebih lanjut, Herman jelaskan, Komisi IV DPR telah membentuk Panja Pengawasan untuk mengawasi 16 aktivitas reklamasi di kawasan strategis nasional, salah satunya reklamasi di kawasan Pantai Losari. “Kunjungan kita kesini untuk meluruskan tata laksana proyek reklamasi kawasan Pantai Losari sudah sesuai aturan atau belum, supaya tidak berdampak negatif terhadap lingkungan sekitar,” tegas Herman.

Sementara itu, Penanggung Jawab Proyek CPI Suprapto Budisantoso menyampaikan, semua dokumen perizinan yang dibutuhkan telah dilengkapi. Perkara hukum CPI juga telah diputuskan pengadilan, sehingga reklamasi bisa dilanjutkan.

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *