Nelayan NTT Protes Kebijakan Larangan Menangkap Pari dan Paus

Spesies pari manta yang dilindungi (dok. greenpeace)

Jakarta, Villagerspost.com – Ketua Komisi VIII Ali Taher Parasong mengatakan, saat ini masyarakat nelayan di di Flores Timur, Solor Timur, dan Lamalera, Nusa Tenggara Timur (NTT) memprotes keras kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang melarang penangkapan ikan pari dan paus. Nelayan NTT protes, karena pari dan paus sudah menjadi sumber pendapatan tradisional dan turun temurun.

“Bila tidak dicabut kebijakan ini, para nelayan di NTT akan mengajukan judicial review,” kata Ali yang melakukan interupsi dalam Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (17/10).

Ali, sebagai putra Flores mengaku, dia hanya menyampaikan aspirasi para nelayan. “Saya asli Flores Timur, NTT, ingin menyampaikan aspirasi masyarakat nelayan Lamalera, Solor Timur, Flores Timur tentang surat keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan yang tidak membolehkan menangkap ikan pari dan paus. Padahal, ini sudah jadi sumber penghasilan masyarakat setempat,” tegas Ali.

Akibat larangan tersebut, kata Ali, banyak nelayan kini menganggur tak mendapat penghasilan. Dia menjelaskan, dari hasil menangkap ikan pari itu, para nelayan setempat bisa menyekolahkan anak-anaknya hingga ke perguruan tinggi.

Dalam rapat paripurna tersebut, Ali menyerukan agar Menteri KKP Susi Pudjiastuti menarik kebijakannya tersebut yang telah menyengsarakan nelayan NTT. “Ada sejumlah 120 nelayan yang kini menganggur akibat kebijakan ini,” paparnya.

Kondisi ini, kata Ali, menjadi tidak adil karena para pengusaha besar, bisa menangkap ikan secara bebas di laut Flores dan laut Sawu. Karena itu, kata dia, jika SK tersebut tidak dicabut, nelayan NTT akan mengajukan judicial review terhadap KKP.

“Air mata rakyat sekarang ini jatuh lebih banyak dari kemarin. Menteri Susi harus lebih banyak mengerti perasaan rakyat kecil di bawah. Penghasilan mereka hanya dari ikan. Inilah aspirasi dari pulau kecil, Pulau Solor,” pungkasnya. (*)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *