Nelayan Semarang Tagih Solusi Pelarangan Cantrang | Villagerspost.com

Nelayan Semarang Tagih Solusi Pelarangan Cantrang

Nelayan memperbaiki jaring cantrang (dok. kkp.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Nelayan di pesisir Semarang, Jawa Tengah masih terus menagih janji pemerintah terkait solusi atas pelarangan alat tangkap cantrang. Kepada tim kunjungan kerja spesifik Komisi IV DPR, para nelayan mengeluhkan, hingga kini bekum ada solusi pasca terbitnya Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No.2/2015 tentang Larangan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Cantrang.

Nelayan pun masih terus melakukan aksi protes atas kebijakan tersebut, di berbagai daerah. Permen tersebut dianggap tidak memperhatikan aspek sosial dan ekonomi nelayan yang diperkirakan telah menimbulkan kerugian hingga Rp3,4 triliun/tahun.

“Sampai saat ini, pemerintah belum memberikan solusi dan jalan keluar, malah justru memperparah dan memperburuk keadaan nelayan karena bantuan yang diserahkan tidak sesuai target dan juga tidak mampu menampung kebutuhan nelayan seluruh Indonesia,” kata Wakil Ketua Komisi IV DPR Daniel Johan dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Senin (24/7).

Sebelumnya, Daniel memimpin Tim Kunspek Komisi IV ke BBPI Semarang. Di sana, para anggota Komisi IV mendengarkan banyak keluhan terkait dampak pelarangan cantrang. Politisi PKB ini menyampaikan, akibat Permen tersebut, kapal-kapal nelayan banyak yang mangkrak tidak bisa berlayar. “Larangan cantrang berdampak pada 17 jenis alat tangkap dan 38 ribu kapal,” terangnya.

Dalam pertemuan Komisi IV dengan nelayan Jateng di BBPI Semarang, para nelayan meminta bantuan Komisi IV agar pemerintah segera memberikan solusi atas berbagai permasalahan tersebut. Mereka berharap ada solusi cepat karena larangan penggunaan alat cantrang telah membuat keadaan ekonomi nelayan memburuk.

“Kita meminta pemerintah segera memberikan solusi atas larangan penggunaan alat tangkap ikan cantrang, karena telah membuat ekonomi kita semakin sulit,” ungkap salah satu nelayan yang hadir. Lebih lanjut, dia sampaikan bahwa penggunaan alat tangkap ikan cantrang tidak merusak lingkungan seperti yang dituduhkan.

Daniel sendiri menjelaskan, tujuan Komisi IV melakukan kunjungan spesifik ke BBPI Semarang adalah untuk menggali secara utuh dan langsung terkait berbagai teknologi, rekayasa, standarisasi dan sertifikasi teknik penangkapan ikan yang dinilai ramah lingkungan. “Kita ingin ada standarisasi alat penangkapan ikan yang diterapkan secara nasional dengan kondisi geografis yang berbeda-beda diseluruh wialayh Indoesia,” pungkasnya. (*)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *