NTT Bersiap Jadi Destinasi Wisata Andalan

Tarian Likurai, menyambut para peserta Tour di Timor 2017, di kota Betun, Kabuoaten Malaka (dok. villagerspost.com/af rizaldi) rizaldi

Malaka, Villagerspost.com – Beragam kegiatan festival yang gencar dilakukan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) di Indonesia Timur, menjadikan provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai salah satu destinasi wisata favorit. Kali ini, sejumlah kabupaten di NTT, terlibat dalam Tour di Timor 2017, yaitu sebuah tur sepeda yang dirancang melintasi kawasan wisata.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) NTT, Marius Jelamu mengatakan Tour di Timor 2017 ini semakin melengkapi branding pariwisata di NTT. “Sebelumnya kami menggelar Tour de Flores, disambut dengan Parade 1001 Kuda di Sumba, dan festival tenun ikat. Tour di Timor 2017 ini menciptakan trade mark bagi NTT sebagai destinasi wisata yang menarik,” ujar Marius, Jumat (8/12) malam kemarin saat menyambut peserta Tour di Timor, di Kota Betun, Kabupaten Malaka, NTT.

Jalur Tour di Timor 2017 dimulai dari Kota Betun, Malaka. Berjarak tempuh 386 kilometer, tur ini akan melintasi Kota Atambua, Kefamenanu, dan berakhir di kota Kupang. Sebelum memulai tur, para peserta diberi kesempatan menginap semalam di Pantai Motadikin, Malaka.

“Kami pertama kali nya menggelar event wisata, dan mulai saat ini, kami ingin bersaing dengan kabupaten lain. Suatu kehormatan bagi kami dipercaya sebagai tempat start Tour di Timor 2017,” ungkap Bupati Malaka Stefanus Bria Seran.

Kabupaten Malaka terletak di ujung NTT, kabupaten ini berjarak sekitar 70 kilometer dari Kota Atambua, Kabupaten Belu. Malaka, yang baru terbentuk sebagai kabupaten sejak tahun 2013 itu, berbatasan langsung dengan negara Timor Leste. Sementara kota Atambua dikenal sebagai perbatasan pertama antara Indonesia, dan Timor Leste, lewat Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain yang tengah dibangun agar lebih menarik.

Marius Jelamu mengatakan melalui pos lintas batas tersebut, pemerintah merancang program wisata Crossborder. NTT, kata dia telah melampaui target kunjungan wisatawan lintas negara, yaitu sejumlah 590 ribu, dari target yang ditetapkan 350 ribu.

“Kami posisi ke dua tertinggi setelah Riau. Maka dari itu kami selalu berbenah, menggelar beragam kegiatan menarik. Festival kuda Pasola di Sumba, festival Likurai (tarian khas dari Kabupaten Belu), juga festival Komodo di Labuan Bajo, menjadi andalan,” urai Marius saat ditemui Villagerspost.com, di kota Atambua, Sabtu (9/12).

Sementara itu, Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran, saat diwawancarai usai melepas peserta Tour di Timor 2017 mengklaim siap menjadi tuan rumah kegiatan serupa di tahun depan. “Walau pun infrastruktur kami terbatas, kami siap menjadi tuan rumah kegiatan wisata. Karena dampaknya luas di bidang ekonomi. Kegiatan semacam ini akan mengundang investasi di wilayah kami,” tukas Stefanus.

Buka Peluang Investasi

Selama mengikuti lomba, para peserta Tour di Timor 2017 juga diminta menyebarkan potensi wisata NTT kepada khalayak yang lebih luas. Melalui cara ini, diharapkan lebih banyak lagi calon wisatawan yang melihat NTT sebagai destinasi wisata yang akan dikunjungi.

Wakil Gubernur NTT, Beni Litelnoni memgharapkan pemerintah daerah lebih aktif melakukan inovasi untuk menarik investor. “Berbicara pariwisata ini tidak ada hentinya, harus terus berinovasi. Wilayah Timor memiliki potensi wisata yang besar. Kami memiliki pantai, pegunungan, dan hutan yang tidak dimiliki provinsi lain di Indonesia,” jelas Beni.

Beni juga berharap Kabupaten Malaka yang menyatakan kesiapannya sebagai tuan rumah agenda wisata menjaga konsistensinya. Beni tengah mengusulkan Malaka sebagai tuan rumah jambore wisata NTT tahun 2018 mendatang.
“Harus ada inovasi di bidang produk kerajinan, dan kuliner. Nanti semua kabupaten di Provinsi NTT akan datang membawakan produk khas nya masing-masing,” tandasnya. (*)

Laporan: AF Rizaldi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *