NU Sampang Desak Pemkab Perbaiki Terumbu Karang Mandangin

Kekayaan terumbu karang  Indonesia (dok. wwf.or.id)
Kekayaan terumbu karang Indonesia (dok. wwf.or.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI-NU) Sampang Hasan Jailani mendesak agar pemerintah kabupaten Sampang, Jawa Timur agar memperbaiki terumbu karang di kawasan tersebut yang mengalami kerusakan. Hasan mengatakan, saat ini lembaganya memang cukup khawatir dengan kerusakan terumbu karang di perairan Pulau Mandangin, Sampang, Madura, Jawa Timur.

Akibat kerusakan itu, tiap tahunnya sebaran terumbu karang di perairan Pulau Mandangin menjadi berkurang. “Untuk itu, kami mengajak Pemerintah Daerah ikut terlibat. Karena selama ini pemerintah tidak pernah menyentuh ke arah pelestaraian terumbu karang. Masyarakat juga harus bersama-sama menjaga alam. Karena kerusakan alam terjadi akibat ulah manusia,” kata Hasan dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Kamis (17/12).

Hasan mengatakan, kerusakan lingkungan di Kabupaten Sampang memang tidak hanya terjadi di darat, namun juga di laut. Ironisnya, selama ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang memandang sebelah mata dalam menyikapi rusaknya lingkungan laut khususnya kawasan terumbu karang.

Hasan menambahkan, untuk menanggulangi kerusakan terumbu karang. Pihaknya pada Selasa (15/12) kemarin, terlibat dalam kegiatan rehabilitasi Pulau Mandangin bersama dengan Pusat Penelitian Lingkungan Pesisir dan Kelautan (PPLPK) dan Lembaga Pusat Pengabdian Masyarakat (LPPM).

Kegiatan yang diisi dengan aksi penenggelaman terumbu karang dan penataan terumbu karang buatan di peraian Pulau Mandangin tersebut. Para penyelam dari LPBI-NU Sampang, mahasiswa ilmu kelautan Universitas Trunojoyo Madura (UTM), serta warga pulau mandangin yang tergabung dalam kelompok konservasi Tase’ Biru juga terlibat dalam upaya konservasi terumbu karang itu.

Penyelam dari LPBI-NU Sampang Parmadi mengatakan, kondisi terumbu karang di Pulau Mandangin saat ini banyak yang rusak dan berkurang. Salah satu faktornya batu karang diambil oleh nelayan dan juga karena penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan dengan menggunakan potas.

“Kegiatan ini juga melibatkan masyarakat setempat untuk memberikan pemahaman akan pentingnya menjaga terumbu karang dan lingkungan perairan. Karena terumbu karang menjadi tempat berlindung dan bertelurnya ikan, jadi kalau termbu karang rusak maka ikan tidak ada. Yang rugi juga nelayan karena hasil tangkapan berkurang,” kata Parmadi. (*)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *