Operasi Kapal Ternak Gandeng 13 Perantara | Villagerspost.com

Operasi Kapal Ternak Gandeng 13 Perantara

Kapal ternak KM Camara Nusantara I. Mentan jamin, kapal ternak tak pulang dengan tangan hampa (dok. kps.go.id)

Kapal ternak KM Camara Nusantara I. Mentan jamin, kapal ternak tak pulang dengan tangan hampa (dok. kps.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Pemerintah selama ini mengatakan pengoperasian kapal ternak KM Camara Nusantara I adalah sebuah upaya untuk mengubah struktur pasar dalam jangka panjang dan memangkas rantai pasokan dan menekan biaya distribusi. Tujuannya, seperti dikatakan Menteri Pertanian Amran Sulaiman, agar harga sapi di peternak naik tapi harga di konsumen turun.

Hanya saja, dalam praktiknya, pembelian sapi oleh pemerintah untuk mengisi kapal ternak ternyata tetap dilakukan melalui tangan perantara. Ada 13 perusahaan yang digandeng Kementan untuk menjadi perantara pembelian sapi. Dari 13 perusahaan itu 10 diantaranya adalah perusahaan lokal.

Sementara tiga perusahaan lain adalah dua BUMN yaitu PT Berdikari dan Perum Bulog dan satu BUMD yaitu PD Dharma Jaya. Ketiga perusahaan milik pemerintah dan pemerintah daerah itu, kata Amran, akan berperan dominan. Sementara ke-10 perusahaan lokal akan bertindak selaku pemasok sapi ke PT Berdikari dan PD Dharma Jaya.

(Baca Juga: Kapal Sapi Datang Lagi)

Amran beralasan, pemerintah tetap menggandeng ke-13 perusahaan tersebut sebagai perantara agar usaha para perantara itu tidak mati. Hanya saja, kata dia, pemerintah mengatur agar para perantara itu tak mengambil keuntungan berlebih.

Tujuannya, kata Amran, supaya peternak dan konsumen juga diuntungkan. “Biar pengusaha-pengusaha lokal juga terlibat, bukan kita ingin menghilangkan mereka. Tetapi harus ada keseimbangan baru dimana peternak menikmati, mereka menikmati, konsumen juga menikmati,” kata Amran saat menyambut kedatangan KM Camara Nusantara 1 di Pelabuhan Tanjung Priok, Selasa (9/2).

Amran menjamin meski menggunakan perantara, harga daging sapi yang dibeli pemerintah nantinya tetap tidak mahal. Dia mengatakan, harga sapi dari para pengusaha lokal ini lebih mahal dari harga yang diberikan tiga perusahaan pemerintah. Ada selisih Rp1000-Rp2000 per kilogram bobot hidup.

Meski begitu, harga yang dijual ke konsumen tetap murah yaitu antara Rp35 ribu hingga Rp36 ribu per kilogram bobot hidup. Dengan demikian harga daging sampai ke konsumen yang dijual lewat PT Berdikari tetap murah yaitu di angka Rp85 ribu per kilogram.

Selain itu, kata Amran, dengan melibatkan para perantara ini, juga ada kepastian KM Camara Nusantara I tidak akan kosong muatan lagi. Perusahaan perantara tersebut akan memasok 1.000 ekor sapi per bulan untuk diangkut. Hal itu diperkuat dengan kontrak yang ditandatangani pemerintah dengan ke-13 perusahaan perantara tersebut. “Minimal mereka pasok 2 kali sebulan, berarti 1.000 ekor,” kata Amran. (*)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *