Oye Talk: FIM Regional Semarang Serukan Pentingnya Berkomunitas Bagi Anak Muda | Villagerspost.com

Oye Talk: FIM Regional Semarang Serukan Pentingnya Berkomunitas Bagi Anak Muda

Enes Kusuma, memberikan tips bagi pemuda Semarang untuk membangun komunitas agar mampu berkontribusi bagi lingkungan (dok. forum indonesia muda semarang)

Semarang, Villagerspost.com – Forum Indonesia Muda regional Semarang atau FIM Oye mengadakan seminar kepemudaan OYETalk! dengan tema: “Peningkatan Kapasitas Pemuda untuk Mengembangkan Daerah”. Seminar tersebut digelar di ruang Teatrikal, Gedung B, Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Kamis (24/1).

Hadir sebagai narasumber, Enes Kusuma, Ketua Yayasan School of Life Lebah Putih dan Hendra Wiguna, Pendiri Komunitas Asa Edu Semarang yang juga aktivis Kesatuan Nelayan Tradisional (KNTI) Semarang. Seminar OYETalk ini sendiri digelar untuk memotivasi agar para pemuda di Semarang dapat memicu kembali semangat untuk berkontribusi bagi Semarang dan Indonesia dimulai dari lingkungan terkecil, terdekat dan dimulai dari sekarang.

Enes Kusuma selaku pembicara seminar menyampaikan beberapa tips bagi para pemuda untuk bisa mulai memberikan kontribusinya bagi lingkungan sekitar. Langkah pertama, kata Enes, adalah dengan membentuk komunitas.

Pemberian apresiasi kepada pembicara, Hendra Wiguna dari KNTI Semarang (dok. forum indonesia muda)

Enes memberikan beberapa tips bagi pemuda yang tertarik mendirikan komunitas. “Pertama, tentu mulai dengan niat,” ujarnya. “Kedua, berani menjalankan walaupun sendiri,” tambahnya. Ketiga, Menentukan kultur kepemimpinan, dan keempat, evaluasi.

Pada sesi berikutnya, Hendra Wiguna juga menyampaikan betapa penting membangun sebuah jaringan yang kuat. “Jika kita ingin komunitas yang sedang kita perjuangkan lebih cepat berkembang, kita harus bisa berjejaring dengan luas,” tegasnya.

“Bagaimana caranya? Caranya, ya, dengan pandai dalam mengambil momentum, maksimalkan media organisasi yang dimiliki, rajin menulis dan memperbanyak kenalan dengan komunitas lain yang ada disekitar kita,” tambahnya.

Hendra mengingatkan, berkomunitas bagi anak muda sangat penting, sebagai sarana mencurahkan pemikiran dan kreativitas. “Masa muda adalah momentum untuk membangun jaringan. Lewat komunitas kita bisa berkolaborasi dengan berbagai pihak. Jalin jaringan dengan berbagai kalangan terutama yang sesuai dengan visi hidup kita,” ujarnya.

Dia mengatakan, berkomunitas ataupun berjejaring utamakan komunikasi yang baik. “Ketika pemuda menjalankan pengabdiannya kepada masyarakat, berikan program yang dibutuhkan oleh masyarakat agar adanya ketersesuaian. Ajak mereka berdiskusi sebelum bergerak, agar mereka juga turut andil dalam program tersebut,” kata Hendra.

“Dalam pergerakan belajarklah kepada tokoh seperti Bung Karno, Tan Malaka, dan Bung Hatta. Perbanyak tulisan tentang narasi pembangunan, agar gagasan kita tak lekang oleh zaman,” tegasnya.

Para peserta berfoto bersama usai acara (dok. forum indonesia muda)

Hendra berpesan kepada para pemuda di Semarang agar rajin untuk mengikuti kegiatan komunitas. Dia juga mengajak para pemuda untuk membangun Indonesia dari pesisir karena jalan maritim adalah jalan menuju Indonesia yang adil, makmur dan sejahtera.

Kegiatan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dari peserta dan penyampaian pesan dari pembicara kepada peserta yang hadir. “Harapannya dengan adanya kegiatan ini dapat membawa dampak yang positif bagi masyarakat di Semarang khususnya para pemuda yang aktif dalam komunitas dan memberikan semangat kebermanfaatan bersama dengan cakupan yang lebih luas lagi,” ujar Enes Kusuma.

Laporan/Foto: Rido, Anggota Forum Indonesia Muda regional Semarang.

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *