Pakai Pukat Cincin, Kapal Ikan Indonesia Ditangkap Patroli KKP

Kapal penangkap ikan bersandar di pelabuhan (dok. kementerian kelautan dan perikanan)

Jakarta, Villagerspost.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan menegaskan sikap tak pandang bulu terhadap pelaku pencurian ikan di perairan Indonesia (illegal fishing). Tak hanya kapal asing, kapal ikan Indonesia yang menggunakan alat tangkap tak sesuai aturan pun turut disikat.

Sebagai bukti, Selasa (2/2/2021), Kapal Pengawas Perikanan (KPP) HIU 02 menangkap sebuah kapal ikan Indonesia yang mengoperasikan alat penangkap ikan purse seine atau pukat cincin, yang termasuk alat tangkap merusak. Kapal tersebut ditangkap di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) 714 Laut Banda.

“Aparat kami memeriksa KMN INKAMINA-222 yang ternyata tidak memiliki dokumen perikanan,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Antam Novambar, dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Rabu (3/2).

Penangkapan ini sendiri berawal saat KPP HIU 02 yang dinakhodai Kapten Yusdi Ode Manangin sedang melakukan operasi pengawasan rutin di wilayah perairan tersebut. Kapal ikan bernama lambung KMN. INKAMINA-222 yang dinakhodai RJ dengan 17 awak kapal kedapatan tengah beroperasi dengan menggunakan pukat cincin.

Kapal tersebut segera dicegat oleh KPP Hiu 02. Para awak KMN Inkamina-222 pun tidak berkutik ketika aparat melakukan Penghentian, Pemeriksaaan dan Penahanan (HENRIKHAN). “Proses hukum kasus ini akan ditangani oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan pada Satuan Pengawasan (Satwas) SDKP Kendari,” kata Antam.

Direktur Pemantauan dan Operasi Armada, Pung Nugroho Saksono, secara terpisah menjelaskan, upaya melindungi sumber daya kelautan dan perikanan dilakukan bukan hanya dari praktik pencurian ikan oleh nelayan asing. Upaya penegakan hukum juga dilakukan terhadap praktik penangkapan ikan yang tidak sesuai ketentuan baik tidak memiliki izin maupun praktik penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan.

Oleh sebab itu, Ipung–sapaan akrab Pung Nugroho Saksono- meminta nelayan dan pelaku usaha perikanan mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. “Kelestarian sumber daya perikanan saat ini menjadi concern kita semua. Kami akan mengambil langkah tegas bila masih ada praktik penangkapan ikan tanpa dilengkapi izin maupun merusak sumber daya kelautan dan perikanan”, tegas Ipung.

Tercatat, dalam kurun waktu kurang dari sebulan ini, KKP telah menangkap 7 kapal ikan ilegal yang terdiri dari 4 Kapal Ilegal Asing (KIA) berbendera Malaysia dan 3 Kapal Ilegal Indonesia (KII). Dua kapal Indonesia yang ditangkap tersebut diketahui tidak memiliki izin penangkapan ikan sedangkan satu kapal lainnya merupakan pelaku pengeboman ikan di Biak yang ditangkap oleh KP Hiu Macan 04 Stasiun PSDKP Biak.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *