Panen Raya Serentak, Kementan Yakin Cadangan Beras Nasional Aman | Villagerspost.com

Panen Raya Serentak, Kementan Yakin Cadangan Beras Nasional Aman

Ilustrasi pelaksanaan panen raya serentak (dok. bojonegorokab.go.id)

Ilustrasi pelaksanaan panen raya serentak (dok. bojonegorokab.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Panen raya serentak dilaksanakan di enam daerah yaitu, Kabupaten Cilacap (Jawa Tengah), Kabupaten Langkat (Sumatera Utara), Kabupaten Banyuasin (Sumatera Selatan), Kabupaten Ngawi (Jawa Timur), Kabupaten Tapin (Kalimantan Selatan), Kabupaten Lombok Barat (Nusa Tenggara Barat) dan Kabupaten Wajo (Sulawesi Selatan), hari ini, Senin (29/2). Panen raya serentak di tujuh Provinsi ini membuat pihak Kementerian Pertanian yakin cadangan beras nasional aman.

Dalam kesempatan pelaksanaan panen raya di di Desa Mernek, Kecamatan Maos Kabupaten Cilacap, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, saat ini stok beras melimpah. “Biasanya bulan Januari–Februari mengalami musim paceklik, tetapi justru sekarang stok kita melimpah,” kata Amran seperti dikutip pertanian.go.id.

(Baca Juga: Survei ke Vietnam, Kementan Bantah Beras Indonesia Mahal)

Kabupaten Cilacap sendiri merupakan kabupaten terluas di Provinsi Jawa Tengah dengan produktivitas gabah rata-rata 5,1 ton per hektare. Pada tahun 2015, kabupaten yang terletak di wilayah selatan ini dapat surplus beras hingga mencapai 368 ribu ton. Hal ini menjadi motivasi untuk terus membangkitkan lahan tidur menjadi lahan produksi. Untuk Desa Mernek sendiri memiliki luas tanam seluas 293 hektar dengan produktivitas 6 ton/ha.

Amran menegaskan, panen raya untuk keseluruhan wilayah di Indonesia diperkirakan terjadi pada Maret dan April dengan target mencapai 14,52 juta ton. “Data BPS menunjukkan adanya peningkatan produksi di tahun 2015 dibandingkan tahun 2014,” ujar Mentan.

Amran menegaskan, produksi yang melimpah ini merupakan keberhasilan upaya yang telah digiatkan oleh semua pihak termasuk petani sebagai peran utama dalam rantai pangan. “Program tanam, olah dan panen serentak mendorong petani untuk terus meningkatkan produksi yang ada di wilayah masing-masing,” tegas Amran.

Dari sisi infrastruktur, Amran juga mengungkapkan, pihaknya telah memperbaiki irigasi yang rusak sebanyak 2,6 juta hektare dalam setahun dari target yang ditetapkan sebelumnya yaitu 3 juta hektare. Program itu juga didukung dengan teknologi pertanian diantaranya bibit unggul dan mekanisasi pertanian. Dengan berbagai upaya ini, Amran berharap agar kehilangan produksi dapat ditekan.

Selain berupaya menggenjot peningkatan produksi, Mentan juga berupaya untuk memperpendek rantai pasok pangan. Amran mengatakan, pihaknya telah meminta Perum Bulog agar berperan dalam menstabilkan harga. Dengan Bulog membeli gabah dari petani langsung dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP), Mentan berharap disparitas harga di petani dengan harga di konsumen tidak terlalu tinggi.

Usai panen raya, Mentan juga memberikan bantuan alat mesin pertanian berupa traktor roda dua 53 unit, pompa air 20 unit, traktor roda empat 1 unit dan rice transplanter 4 unit. Dalam kesempatan yang sama, Mentan juga menandatangani nota kesepahaman dengan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) terkait pengembangan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dan penguatan Toko Tani Indonesia. (*)

Ikuti informasi terkait masalah perberasan >> di sini <<

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *