Partikel Plastik di Minuman Kemasan: Saatnya Kurangi Konsumsi Kemasan Plastik

Jakarta, Villagerspost.com – Temuan partikel plastik pada sejumlah merek minuman kemasan dalam sebuah investigasi oleh organisasi jurnalisme Orb Media bekerja sama dengan State University of New York, semakin memperkuat urgensi pengurangan konsumsi kemasan plastik sekali pakai.

“Dalam momentum peringatan hari air dunia, kita tidak boleh lupa akan masalah serius dari ketersediaan dan buruknya kualitas sumber-sumber air minum kita yang disebabkan oleh konsumsi yang tidak berkelanjutan, lemahnya sistem pengelolaan sampah, polusi bahan kimia industri dan polutan lainnya. Kita harus segera mengendalikan konsumsi kemasan plastik sekali pakai,” kata Jurukampanye Urban Greenpeace Indonesia Muharram Atha Rasyadi, dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Senin (26/3).

Atha mengatakan, tren konsumsi kemasan plastik sekali pakai terus meningkat. Salah satunya bisa dilihat dari perkembangan produksi air minum dalam kemasan, di mana sebesar 40% dari produksinya berupa air dalam botol. “Ini adalah gaya hidup yang berbahaya bagi lingkungan,” ujarnya.

Oleh sebab itu, dibutuhkan penerapan kebijakan yang lebih tegas dari pemerintah dan terobosan perubahan model bisnis dari produsen menuju pengurangan penggunaan kemasan sekali pakai, serta masyarakat juga harus mengubah perilaku sehari-hari dengan menjauhi kemasan sekali pakai. Atha mengatakan, satu-satunya kunci mengatasi masalah sampah plastik adalah mengurangi konsumsinya. “Daur ulang (recycle) tidak akan pernah cukup sebagai solusi,” tegas Atha.

Hanya 9% saja sampah plastik di seluruh dunia yang didaur ulang. Sebagian besar sisanya sangat mungkin berakhir di tempat pembuangan sampah, saluran air, mencemari sungai dan lautan, sebagaimana kita lihat saat ini.

Seperti dilansir BBC, investigasi terhadap berbagai merk minuman kemasan yang dilakukan organisasi jurnalisme, Orb Media, bekerjasama dengan State University of New York mengungkapkan, air di dalam botol 11 merk minuman kemasan taraf dunia dan lokal yang diuji mengandung partikel plastik. Diantaranya adalah Aqua Danone, Nestle Pure Life, Evian dan San Pellegrino

“Kami menemukan (plastik) di dalam botol demi botol dan merk demi merk,” kata profesor kimia dari State University of New York Sherri Mason, seperti dikutip BBC. Mason mengungkapkan, investigasi bukan untuk mncari mencari kesalahan merk tertentu.

“Ini benar-benar ingin menunjukkan bahwa hal tersebut ada di mana-mana, bahwa plastik menjadi materi yang menyebar di masyarakat kita dan bisa menembus air. Semua produk ini adalah yang kita konsumsi pada level mendasar,” ujarnya.

Saat ini, tiada bukti bahwa mencerna plastik dalam wujud sangat kecil (mikroplastik) dapat menimbulkan penyakit pada tubuh. Namun, memahami potensi dampaknya adalah bidang yang dikaji dalam sains.

“Yang kita tahu adalah beberapa dari partikel ini cukup besar sehingga, ketika dicerna, partikel itu mungkin dikeluarkan dari dalam tubuh. Tapi sepanjang perjalanan di dalam tubuh mereka bisa melepaskan zat kimia yang menyebabkan dampak bagi kesehatan manusia,” papar Mason.

Dia juga menjelaskan, sebagian partikel plastik ini luar biasa kecil sehingga bisa masuk ke usus di perut, menyusurinya, dan dibawa ke seluruh tubuh. “Kami tidak tahu implikasinya atau apa artinya bagi berbagai organ tubuh kita,” tegas Mason.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *