Pekerja Migran Harus Dapat Ikut Menikmati Hasil Dana Desa

Dana desa harus digunakan untuk membangun desa. Cegah jangan sampai disedot ke kota lewat bank (dok. djpk.kemenkeu.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar mengatakan, pembangunan dari dana desa harus dirasakan oleh seluruh warga desa tanpa terkecuali. Termasuk bagi pekerja migran yang berada di luar negeri.

“Seluruh aspek pembangunan harus dirasakan oleh masyarakat desa tanpa terkecuali, no one left behind (tidak ada yang terlewat). Termasuk pekerja migran,” kata Halim, pada webinar bertajuk: ‘Studi Kuantitatif dan Kualitatif tentang Peran dan Kapasitas Desa dalam Perlindungan dan Pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia’, yang digelar secara daring, di Jakarta, Rabu (28/4).

Webinar tersebut digelar oleh International Organization for Migration (IOM). Dalam kesempatan itu, Halim mengakui, hampir dari seluruh pekerja migran asal Indonesia berasal dari desa. Mulai dari pekerja yang memiliki skill hingga yang tidak memiliki skill tertentu, serta yang berdokumen lengkap hingga yang tidak berdokumen.

“Bisa saya nyatakan 99 persen pekerja migran kita (Indonesia) itu berasal dari desa dengan latar belakang yang sangat berbeda-beda,” paparnya.

Di sisi lain, menurut Halim, arah pembangunan desa di Indonesia telah memiliki landasan kuat yang disebut dengan SDGs Desa. SDGs Desa dalam hal ini, memberikan tata kelola pemberdayaan masyarakat desa agar siapa pun warga desa mendapatkan sentuhan dari dana desa.

Jika SDGs Desa dapat terlaksana dengan baik, maka tidak akan ada lagi pekerja migran asal Indonesia yang tidak memiliki skill. “Kalau SDGs Desa bisa dilaksanakan dengan baik, maka kekhawatiran kita terhadap pekerja migran Indonesia yang tidak punya skill bisa tertangani meski masih level desa,” tegasnya.

Tentunya, kata Halim, masih butuh intervensi dari level supra desa. “Tapi paling tidak kalau di desa sudah tertangani, maka di level supra desa akan lebih mudah,” tambahnya.

Halim mengatakan, pekerja migran dan keluarga yang ditinggalkan merupakan bagian penting dari target pembangunan desa yang sebagian besar merupakan bagian dari masyarakat kurang mampu.

Tak hanya pendampingan khusus terhadap para migran, menurutnya, aspek pembangunan desa juga harus memberikan perhatian signifikan terhadap keluarga migran yang ditinggalkan.

Dia menjelaskan, dana desa pada hakikatnya dimanfaatkan untuk dua hal, yakni pertumbuhan ekonomi dan peningkatan SDM (Sumber Daya Manusia). Termasuk pelatihan keterampilan bagi anggota keluarga yang ditinggalkan.

“Sehingga baik yang meninggalkan (migran) maupun yang ditinggalkan (keluarga migran) dapat tertangani dengan baik,” pungkasnya.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *