Pelarangan Menjual Bibit Kepiting dan Lobster Kembali Dipertanyatakan | Villagerspost.com

Pelarangan Menjual Bibit Kepiting dan Lobster Kembali Dipertanyatakan

Benih lobster dilepaskan kembali ke habitatnya (dok. kkp.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti terkait pelarangan menjual telur (bibit) kepiting dan lobster ke luar negeri kembali dipertanyakan. Anggota Komisi IV DPR Andi Akmal Pasludin mengatakan, saat ini masih banyak kepiting dan lobster yang diselundupkan.

Salah satunya di daerah pemilihannya, Kabupaten Bone, yang merupakan pusat kepiting telur, banyak yang diselundupkan ke Malaysia. “Bahkan Malaysia menjadi pengekspor kepiting. Dengan kata lain, masyarakat kita dilarang menangkap, tapi pengusaha-pengusaha malah menyelundupkan. Ini tentu malah akan menguntungkan negara lain,” papar Andi Akmal dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR RI dengan Menteri KP Susi Pudjiastuti beserta jajaran di ruang rapat Komisi IV DPR RI, Senayan Jakarta, Selasa (12/3).

Akmal menambahkan, lobster pun banyak lobster yang banyak diselundupkan ke Vietnam. Akibatnya, Vietnam yang sebelumnya tidak memiliki lobster, bahkan di alamnya pun tidak pernah ada lobster, namun bisa melakukan ekspor. “Tentu hal ini hanya akan menguntungkan Vietnam,” kata politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu .

“Intinya untuk kelestarian lobster dan kepiting dalam negeri, kita dukung kebijakan ini. Namun tentunya pengawasannya juga harus diperketat, agar tidak ada lagi penyelundupan yang dilakukan pengusaha. Artinya jika masyarakat dilarang, maka pengusaha pun harus terus diawasi,” tegas Andi Akmal.

Menjawab pertanyaan tersebut, Susi Pudjiastuti mengungkapkan, Peraturan Menteri tentang pelarangan penjualan lobster dan kepiting itu tidak pernah dilakukan kepada rakyat, namun kepada penyelundup. “Indonesia dulu ekspor luar biasa, namun beberapa tahun terakhir jumlahnya turun drastis. Tidak hanya itu, jika ditarik ke atas sebelum tahun 2012, ekspor lobster Vietnam sebesar 30 juta ekor lebih,” terang Susi.

Namun setelah dilakukan penertiban melalui Permen KP tersebut eskpor lobster Vietnam terus menurun. Dari tahun 2014 sebesar 13 juta ekor, tahun 2017 menurun menjadi 6 juta ekor lebih. “Saya akan sikat seluruh eksportir yang melakukan pelanggaran peraturan saya. Saya akan bikin ekspor lobster Vietnam menjadi nol,” tegas Susi.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *