Pemberantasan Illegal Fishing Jaga Kecukupan Ikan di Indonesia

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meninjau sebuah stand di acara peringatan Hari Ikan Nasional (dok. kkp.go.id)
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meninjau sebuah stand di acara peringatan Hari Ikan Nasional (dok. kkp.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menilai, upaya penenggelamab kapal asing pencuri ikan di perairan Indonesia dalam rangka memberantas illegal fishing sudah memberikan hasil positif. Aksi pemberantasan illegal fishing ini, kata Susi, bukan hanya untuk menjaga produk ekspor ikan, tapi juga menjaga pasokan ikan di Indonesia.

“Penenggelaman kapal, intinya bukan untuk menjaga produk ekspor ikan, tapi menjaga kecukupan ikan untuk anak-anak bangsa,” papar Susi pada sambutannya di puncak Peringatan Hari Ikan Nasional di Parkir Tmur Senayan, Jakarta (22/11) seperti dikutip kkp.go.id.

Dia pun menjelaskan pentingnya konsumsi ikan bagi anak-anak bangsa. Sebab, kandungan pada ikan, protein dan omega 3, sangat berguna untuk peningkatkan kecerdasan otak. Selama satu tahun, papar Susi, penenggalaman kapal juga berdampak pada hasil tangkapan ikan nelayan.

Kenaikan hasil tangkapannya mencapai 240 persen. Menurut dia, 10 juta ton ikan masuk ke pasar-pasar ikan di seluruh Indonesia.

“Hasilnya, di pasar-pasar seluruh Indonesia sudah banyak ikan dan naik 240 persen. Ikan-ikan tangkapan laut naik 40 persen jumlah tangkapnya. Yang mana sudah hampir 10juta ton masuk di pasar ikan kita,” terangnya.

Di acara puncak Hari Ikan Nasional ke-2 ini, Susi juga meminta kepada para pengusaha untuk membeli ikan langsung ke nelayan, supaya memberi kesejahteraan tambahan bagi nelayan. “Saya ingin para pengusaha ikan maupun daging ikan olahan, mengambil ikan langsung dari nelayan kita. Supaya nelayan kita juga makmur dan anak-anak Indonesia menjadi lebih cerdas dan lebih sehat,” ujar Susi.

Peran Aktif Masyarakat dan Media

Sebelumnya, Susi mengakui, pemberantasan illegal fishing oleh KKP maupun Satuan Pengawas (Satgas) Pemberantasan Illegal Fishing tidak akan berhasil maksimal tanpa bantuan masyarakat. Terkait hal ini, Susi pun mengucapkan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan masyarakat dan peran aktif yang terjadi selama ini sehingga membuat seluruh pihak terkait dalam tugas pemberantasan pencurian tersebut menjadi lebih mudah untuk dilakukan.

“Saya sering mendapatkan informasi dari masyarakat di luar sana. Ini sangat mempermudah kami dalam bekerja. Tanpa itu, kami tidak akan bias melakukannya,” ujar Susi.

Hal ini terlihat banyaknya masyarakat yang mulai peduli dan aktif melaporkan kondisi yang terjadi di lapangan. Info-info inilah yang membuat pihaknya dapat mengetahui keberadaan kapal-kapal asing pencuri ikan yang berkeliaran di perairan Indonesia.

Selain keberadaan informan dari berbagai kalangan, salah satunya masyarakat itu, Susi juga menuturkan bahwa dukungan media juga sangat membantu kinerjanya dalam menyampaikan pesan dan kebijakan di sektor kelautan dan perikanan yang ingin disampaikannya ke khalayak lebih luas.

“Tanpa whistle blower kami tidak akan bisa mendapatkan informasi tersebut. Sementara media menjadi salah satu guard (penjaga) untuk tetap menjalankan tugas,” tambahnya.

Susi mengaku menyadari bahwa kebijakan yang diambil oleh pihaknya terkadang kontrovesial, di mana ada pro dan kontra di dalamnya. Namun, lanjutnya, itu merupakan hal yang biasa dalam sebuah keputusan kebijakan yang dibuat. Kendala pun kerap dihadapinya saat memastikan dan menjalankan kebijakan tersebut.

Tidak dipungkiri, Susi juga tidak menampik banyak pihak yang ingin melakukan intervensi di dalam pekerjaan yang dilakukannya. Seperti kabar berita yang beredar selama ini, ada lobi besar yang ingin “membelinya”, seperti yang pernah disampaikannya bahwa ada yang ingin membelinya dengan angka yang bernilai fantastis sebesar Rp5 triliun.

“Tanpa media saya tidak punya power. Lobi itu besar sekali. Saya kirim pesan kalau saya mau dibeli Rp5 triliun. Untuk itu saya mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang luar biasa. Saya dapat kekuatan dari media, kalau tidak kami akan frustasi,” ujarnya.

Ajak Makan Ikan Sejak Dini

Selain menyinggung soal pemberantasan illegal fishing, Susi Pudjiastuti juga dalam kesempatan peringatan Hari Ikan Nasional mengajak masyarakat untuk menumbuhkan kebiasaan makan ikan sejak dini. Ini dikarenakan, dirinya telah menerima hasil riset, bahwa 1 dari 3 anak Indonesia lahir dengan keadaan stunting atau dalam keadaan tumbuh tidak maksimal.

“Kita semua harus mulai merubah makan kita. Ikan mengandung protein tinggi, dimana zat itu sangat diperlukan otak kita,” jelasnya.

Susi juga memaparkan, sebentar lagi Indonesia akan menghadapi ajang Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang di dalamnya terdapat persaingan globalisasi antar bangsa. Dia memberi contoh, banyaknya buruh dan kurangnya SDM dari Indonesia dipakai oleh perusahaan lokal maupun asing, karena kemampuan daya saingnya.

Dia pun meminta kepada masyarakat untuk mengasup makanan yang bukan saja mengandung protein, tapi juga kaya kandungan omega 3. Hal ini mengingat, kebutuhan omega 3 bagi otak sangat diperlukan.

“Masyarakat Indonesia memang sudah betul makan tempe dan tahu untuk asupan protein. Tapi tahu dan tempe itu sangat kurang kandungan omega 3 nya. Sementara omega 3 itu sangat bagus buat otak,”paparnya.

Susi juga mengajak kepada para orang tua untuk membiasakan memberi pangan berbahan dasar ikan dan produk laut kepada anak sejak kecil. Hal ini supaya anak terbiasa makan ikan saat sudah dewasa. “Dari itu, saya mengingatkan kepada Ibu dan para Ayah, untuk menganjurkan anak kita makan produk ikan. Terserah mau ikan air laut atau ikan air tawar,” pungkasnya. (*)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *